Rilis Berita


Rutan Pekalongan Terima Wakaf 180 Mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Alfatihah Semarang untuk Warga Binaan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Rutan Pekalongan Terima Wakaf 180 Mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Alfatihah Semarang untuk Warga Binaan

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan menerima wakaf sebanyak 180 eksemplar mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Alfatihah Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan bagi warga binaan, khususnya di bulan suci Ramadan. Penyerahan mushaf Al-Qur’an tersebut dilaksanakan secara simbolis di Masjid Baabut Taubah Rutan Pekalongan, Sabtu (14/3/2026).

Penyerahan wakaf dilakukan oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pekalongan, M. Anang Saefulloh, kepada perwakilan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga binaan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat pembinaan spiritual selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Dalam kesempatan tersebut, M. Anang Saefulloh menjelaskan bahwa dari total 180 mushaf Al-Qur’an yang diterima, sebanyak 120 mushaf diperuntukkan bagi warga binaan pemasyarakatan agar dapat digunakan secara langsung dalam kegiatan ibadah sehari-hari.

"Sementara itu, 60 mushaf lainnya akan menjadi inventaris Masjid Baabut Taubah untuk menunjang berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di lingkungan rutan,"ucap Anang.

Menurutnya, keberadaan mushaf Al-Qur’an ini akan sangat membantu pelaksanaan program pembinaan keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Berbagai kegiatan seperti membaca Al-Qur’an, belajar tajwid, menghafal ayat-ayat suci, hingga kajian keagamaan menjadi aktivitas yang terus didorong oleh pihak rutan sebagai upaya memperkuat nilai spiritual para warga binaan.

“Semoga mushaf Al-Qur’an ini dapat dimanfaatkan warga binaan untuk rutin membaca dan mengamalkannya, sehingga menjadi bekal kebaikan saat kembali ke masyarakat,” ujar Anang.

Ia menambahkan, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan aktivitas ibadah dan refleksi diri bagi warga binaan. Dengan adanya tambahan mushaf Al-Qur’an ini, diharapkan para warga binaan dapat lebih semangat dalam mempelajari dan mendalami ajaran agama, sehingga mampu membentuk pribadi yang lebih baik.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Alfatihah Semarang atas kepedulian serta dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti dalam mendukung program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga penguatan mental dan spiritual.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, dirinya berharap warga binaan dapat menjalani proses perubahan diri secara positif. Dengan bekal nilai-nilai agama yang kuat, mereka diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

"Program pembinaan berbasis keagamaan sendiri menjadi salah satu upaya strategis dalam sistem pemasyarakatan untuk membangun kesadaran dan memperkuat moral warga binaan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan yayasan keagamaan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)