[ 2026-04-13 ]
BI KPwI Tegal-Dinperpa Genjot Produktivitas Padi Salin Lahan Eks Rob
Kota Pekalongan – Upaya peningkatan produktivitas pertanian pada lahan terdampak rob terus dilakukan di wilayah Pekalongan Utara. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menggelar kegiatan capacity building dengan fokus pada pengembangan padi salin berbasis teknologi, Senin (6/4/2026), di Rumah Makan Sego Dalem. Acara dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, jajaran teknis pertanian, serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Degayu Tiga.
Asisten Manager Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM BI KPwI Tegal, Abror Widakdo, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung sektor pertanian, terutama pada pengembangan padi salin yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan petani di wilayah pesisir.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan produktivitas padi salin karena hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya petani di kawasan eks rob,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi keterbatasan sumber daya, sekaligus mempercepat pemanfaatan lahan pertanian terdampak rob.
“Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya agar lahan sawah tetap produktif. Dengan keterbatasan anggaran, kami menggandeng berbagai stakeholder, termasuk Bank Indonesia yang telah memberikan dukungan luar biasa. Harapannya, program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, BI KPwI Tegal akan memfasilitasi pembangunan demplot seluas 3 hektare yang mengintegrasikan sistem digital farming. Selain itu, sebagian area juga akan dikembangkan sebagai pusat perbenihan padi biosalin untuk mendukung ketersediaan benih unggul di lahan salin.
Melalui kegiatan capacity building ini, diharapkan petani mampu mengadopsi teknologi dan metode baru dalam pengelolaan lahan eks rob, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin membaik.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber, Muahimin dari Badan Pusat Statistik Jawa Tengah yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengelolaan lahan pertanian, khususnya pada kondisi lahan salin.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)