Rilis Berita


Jelang Arus Mudik, Dishub Kota Pekalongan dan Satlantas Periksa Kelaikan Bus di Sejumlah PO

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-13 ]

Jelang Arus Mudik, Dishub Kota Pekalongan dan Satlantas Periksa Kelaikan Bus di Sejumlah PO

Kota Pekalongan – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan Kota melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap sejumlah armada bus di beberapa perusahaan otobus (PO). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan armada yang akan melayani masyarakat selama masa mudik benar-benar dalam kondisi aman dan laik jalan. Salah satu pemeriksaan dilakukan di pool PO RD Trans yang berlokasi di Kelurahan Panjang Wetan, Kota Pekalongan, Kamis malam (5/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, mulai dari aspek teknis hingga administrasi kendaraan.

Kepala Dishub Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, mengatakan bahwa, kegiatan ramp check ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang masa angkutan Lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum, khususnya bus antarkota.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi menyasar beberapa perusahaan otobus yang beroperasi di wilayah Kota Pekalongan.

“Ramp check ini kita lakukan di beberapa PO bus, di antaranya PO Ezry, PO Zhafira, PO RD Trans, dan PO Jaya Mandiri. Kalau misalnya busnya tidak sempat datang ke sini, nanti tim kami yang akan mendatangi pool-nya,” ujar Restu.

Ia menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi angkutan Lebaran tahun 2026, di mana mobilitas masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, kesiapan sarana transportasi harus dipastikan sejak dini agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, Dishub Kota Pekalongan tidak bekerja sendiri. Pemeriksaan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Satlantas Polres Pekalongan Kota, Balai Transportasi, serta pihak pengelola terminal.

“Setiap tahun kita selalu bersama kepolisian dalam kegiatan ramp check seperti ini. Tujuannya agar secara administrasi tertib, secara teknis juga tertib, dan yang paling utama kendaraannya benar-benar laik jalan,” jelasnya.

Restu menegaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya komponen kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, maka pihak pemilik bus diminta segera melakukan perbaikan sebelum armada tersebut dioperasikan untuk mengangkut penumpang.

“Misalnya remnya kurang baik harus diperbaiki, lampu mati harus diganti, wiper rusak harus diperbaiki, termasuk ban yang ketebalannya sudah tipis. Kalau kurang dari satu milimeter harus diganti. Semua ini demi keselamatan penumpang,” tegasnya.

Selain memastikan kondisi kendaraan, Dishub Kota Pekalongan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi bus. Pemeriksaan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan para sopir dalam kondisi fisik yang prima saat bertugas.

Pemeriksaan kesehatan itu meliputi pengecekan tekanan darah, tes kesehatan umum, hingga tes bebas narkoba guna memastikan pengemudi benar-benar layak mengemudikan kendaraan selama masa mudik.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan dan Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub Kota Pekalongan, Endang Kostaman, menjelaskan bahwa, ramp check yang dilakukan kali ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menyambut angkutan Lebaran tahun 2026.

“Total ada empat lokasi yang akan kita lakukan ramp check. Malam ini kita mulai dari sini. Armada yang kita cek ini keluaran tahun 2019, kondisinya masih cukup baik, hanya ada beberapa catatan kecil seperti ban yang sudah mendekati batas limit,” terang Endang.

Ia menambahkan, dalam ramp check tersebut petugas memeriksa sembilan komponen utama kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara. Beberapa di antaranya meliputi sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, mesin, hingga perlengkapan keselamatan lainnya seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan palu pemecah kaca.

“Dari data sementara, terdapat sekitar 25 unit bus dari empat lokasi yang akan menjalani pemeriksaan. Melalui kegiatan ramp check ini, diharapkan seluruh armada bus yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran dapat memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,"harapnya.

Di sisi lain, Kasatlantas Polres Pekalongan Kota, AKP Andi Susanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga turut mendukung kegiatan ramp check tersebut sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, selain melakukan pengecekan kendaraan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi bus bersama Dishub di Terminal Kota Pekalongan.

“Pemeriksaannya meliputi tes urin, pengecekan tensi, dan lainnya. Dari hasil yang sudah dilakukan, para pengemudi dalam kondisi baik dan sehat,” ungkap Andi.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengemudi dan pemilik perusahaan otobus agar selalu mengutamakan faktor keselamatan dalam setiap perjalanan. Para pengemudi diharapkan tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak memaksakan diri saat berkendara.

“Kami harap para pengemudi tidak ugal-ugalan dan tetap tertib berkendara, sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Sementara itu, Owner PO RD Trans, H. Wiwin Sulistyono, menyampaikan bahwa, pihaknya telah menyiapkan sejumlah armada untuk melayani masyarakat selama masa arus mudik Lebaran tahun ini.

Ia menyebut, saat ini terdapat tiga unit bus yang berada di garasi RD Trans Kota Pekalongan yang disiapkan untuk melayani rute Pekalongan - Jakarta pulang pergi (PP).

“Kalau untuk Pekalongan ada tiga unit, yang lainnya ada di Jogja. Rutenya Pekalongan–Jakarta pulang pergi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa, selama masa arus mudik, satu armada bus biasanya hanya mampu melayani hingga empat kali perjalanan pulang-pergi. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang cenderung padat saat musim mudik.

“Biasanya cukup satu sopir dan satu kenek saja. Tapi tetap kita atur waktunya supaya tidak terlalu dipaksakan. Kalau jalan normal, misalnya berangkat habis Maghrib, sampai sini mungkin jam dua malam sudah sampai,” tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)