[ 2026-04-13 ]
Rajut Harmoni Lintas Agama, Lapas dan FKUB Kota Pekalongan Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama
Kota Pekalongan – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama terasa hangat dalam kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, Kamis sore (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di gazebo dalam Lapas tersebut difasilitasi oleh Pengurus Gereja Paroki Santo Petrus Kota Pekalongan dan diikuti oleh petugas serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan lintas agama sekaligus menumbuhkan nilai toleransi dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di Kota Pekalongan yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama yang baik.
Acara diawali dengan penampilan sholawatan dari Tim Rebana Pondok Pesantren Darul Ulum Lapas Pekalongan yang menghadirkan suasana religius dan penuh kekhidmatan. Lantunan sholawat yang dibawakan para Warga Binaan semakin menambah suasana syahdu menjelang waktu berbuka puasa.
Romo Yohanes Suratman dari Gereja Santo Petrus Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta wujud nyata semangat persaudaraan antarumat beragama.
Ia menegaskan bahwa, perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk saling mendukung dan berbagi kebaikan, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
“Kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan persaudaraan adalah hal yang dapat menyatukan kita. Semoga kegiatan ini dapat mempererat hubungan antarumat beragama serta membawa kedamaian bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Pekalongan, Teguh Suroso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Gereja Paroki Santo Petrus Kota Pekalongan atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dari Pengurus Gereja Santo Petrus Kota Pekalongan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi di dalam lingkungan Lapas,” ujarnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, KH. Ahmad Marzuki, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kerukunan antarumat beragama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun penuh makna.
Menurutnya, momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan, saling menghormati, dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman.
“Ketika umat dari agama yang berbeda saling mendukung dalam menjalankan ibadah, seperti yang kita lihat kali ini, itu menunjukkan bahwa nilai persaudaraan dan kemanusiaan mampu melampaui sekat-sekat perbedaan. Ini adalah cerminan kerukunan yang patut dijaga dan terus dirawat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Kerukunan bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Semoga kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, KH. Ahmad Marzuki juga menyampaikan mauidlotul hasanah dengan tema “Kebersamaan dalam Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadan.” Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara petugas dan seluruh Warga Binaan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga, baik di lingkungan pemasyarakatan maupun di tengah masyarakat luas,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)