Rilis Berita


Wujudkan Ekonomi Sirkular, Rutan Pekalongan Setor 90 Kg Sampah Anorganik ke Bank Sampah DLH

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-04-06 ]

Wujudkan Ekonomi Sirkular, Rutan Pekalongan Setor 90 Kg Sampah Anorganik ke Bank Sampah DLH

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan menyetorkan lebih dari 90 kilogram sampah anorganik ke Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Jumat (27/2/2026).

Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Pekalongan, M. Anang Saefulloh, menyampaikan bahwa, kegiatan ini menjadi implementasi perdana tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua instansi dan direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

"Sampah yang disetorkan berupa kardus bekas dan kaleng bekas yang telah dikumpulkan serta dipilah oleh warga binaan,"ucapnya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil penimbangan, tercatat 77,83 kilogram kardus dan 13 kilogram kaleng. Dengan harga jual yang fluktuatif, masing-masing Rp1.300 per kilogram untuk kardus dan Rp1.500 per kilogram untuk kaleng, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

"Program pilah sampah tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus bentuk dukungan terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Pemerintah Kota Pekalongan dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular,"ungkapnya.

Menurutnya, melalui program ini, warga binaan dilatih untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Anang menegaskan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen jajaran Rutan dalam mendukung program lingkungan.

“Ini adalah komitmen kami mendukung program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sekaligus membina warga binaan agar peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dana yang terkumpul dari hasil penjualan sampah anorganik tersebut akan dimanfaatkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di lingkungan Rutan, seperti pengadaan tong sampah, tempat pemilahan, serta peralatan kebersihan lainnya.

"Dengan demikian, manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,"tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DLH Kota Pekalongan, Dwi Yuniastuti, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif Rutan Pekalongan dalam program pilah sampah.

“Kami mengapresiasi langkah Rutan Pekalongan. Partisipasi aktif seperti ini sangat mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Pekalongan,” katanya.

Yuni, sapaan akrabnya, mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan Rutan Pekalongan dalam menyukseskan gerakan pilah sampah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan keikutsertaan Rutan Pekalongan untuk pilah sampah. Pilah sampah ini harus terus dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA. Sampah anorganik yang telah disetorkan Rutan Pekalongan berupa kaleng, kardus dan sebagainya. Terima kasih sekali sudah menyukseskan pilah sampah dari rumah,” bebernya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun budaya peduli lingkungan yang semakin kuat, tidak hanya di lingkungan Rutan, tetapi juga di masyarakat luas.

"Sinergi antarinstansi ini menjadi contoh konkret bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan dampak ganda dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang bermanfaat," tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)