[ 2026-02-05 ]
Musim Haji 2026, Kota Pekalongan Siap Berangkatkan 347 Calhaj ke Tanah Suci
Kota Pekalongan – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umroh memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Untuk musim haji tahun ini, Kota Pekalongan tercatat akan memberangkatkan 347 calon jamaah haji (calhaj) ke Tanah Suci, termasuk di dalamnya jamaah reguler serta petugas haji daerah dan petugas pembimbing ibadah haji.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan, R. Antono, menyampaikan bahwa, jumlah tersebut merupakan hasil akhir dari proses pelunasan, mutasi jamaah, serta optimalisasi kuota cadangan yang berlangsung dalam beberapa tahap.
“Untuk Kota Pekalongan, kuota awalnya kita mendapatkan 368 jamaah. Namun dalam perjalanannya, jumlah tersebut mengalami dinamika karena adanya jamaah yang mutasi keluar daerah, menunda keberangkatan, hingga tidak mampu melunasi biaya haji,” ungkap Antono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).
Antono merinci, pada tahap pertama pelunasan, tercatat 285 jamaah yang melunasi. Dari jumlah tersebut, terdapat 11 jamaah mutasi keluar dan 2 jamaah menunda keberangkatan, sehingga tersisa 272 jamaah. Selanjutnya pada tahap kedua pelunasan, terdapat 26 jamaah yang melunasi, namun satu di antaranya kembali mutasi keluar, sehingga jumlah jamaah tahap kedua menjadi 25 orang.
“Selain itu, kita juga memiliki jamaah cadangan. Dari 43 jamaah cadangan yang menyatakan kesanggupan, sementara ini 34 jamaah bisa naik ke kuota reguler, namun satu di antaranya kembali mutasi keluar,” jelasnya.
Dengan demikian, apabila digabungkan dengan petugas pembimbing ibadah haji dan petugas haji daerah, hingga saat ini jumlah jamaah haji asal Kota Pekalongan tercatat sebanyak 347 orang.
Lebih lanjut, Antono menjelaskan bahwa proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berakhir pada 23 Desember 2025, sedangkan tahap kedua berlangsung pada 2 hingga 9 Januari 2026. Bahkan, pada tahap kedua sempat diberikan masa perpanjangan.
“Namun untuk Kota Pekalongan, meskipun dibuka perpanjangan, tidak ada tambahan jamaah yang melunasi. Jadi kita tidak masuk dalam perpanjangan itu,” terangnya.
Terkait kesiapan jamaah, Antono memastikan bahwa, sebagian besar calon jamaah haji Kota Pekalongan telah mengikuti bimbingan manasik (bimsik) serta menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan. Mayoritas jamaah bergabung melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU).
“Di Kota Pekalongan ada empat KBIHU, yakni KBIHU Kopena, KBIHU Yayasan As-Salamah, KBIHU Aisyiyah, dan KBIHU Al-Fairus. Rata-rata jamaah bergabung di sana, meskipun ada juga yang memilih kelompok mandiri,” paparnya.
Secara rinci, jamaah yang bergabung di KBIHU Kopena berjumlah sekitar 125 orang, Yayasan As-Salamah 56 orang, Al-Fairus 46 orang, dan Aisyiyah 68 orang. Sementara jamaah mandiri terbagi dalam dua kelompok, masing-masing sebanyak 32 orang dan 16 orang.
“Rata-rata pelaksanaan bimsik di tingkat KBIHU masing-masing sudah hampir selesai,” imbuhnya.
Selain bimsik di tingkat KBIHU, Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan juga menjadwalkan bimbingan manasik tingkat kota. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan satu kali pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Hotel Dafam Kota Pekalongan," terangnya.
Lanjutnya, setelah itu, akan dilanjutkan empat kali manasik lanjutan, yakni pada tanggal 11 dan 12 Februari, kemudian libur hari Jumat, dan dilanjutkan kembali pada tanggal 14 dan 15 Februari 2026,” tutup Antono.
"Dengan rangkaian persiapan tersebut, kami berharap seluruh calon jamaah haji asal Kota Pekalongan dapat menjalankan ibadah haji tahun 2026 dengan lancar, aman, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)