[ 2026-01-27 ]
Dapur Lapangan Kodim Layani Ratusan Porsi Makanan bagi Korban Banjir
Kota Pekalongan — Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Pekalongan kembali terlihat nyata dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. Kodim 0710/Pekalongan melalui dapur lapangan yang didirikannya menghadirkan layanan kemanusiaan dengan menyalurkan ratusan porsi makanan siap santap setiap harinya bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, secara langsung meninjau operasional Dapur Lapangan Kodim 0710/Pekalongan yang berlokasikan di Makodim setempat, Senin (26/1/2026). Dalam kunjungannya, Wawalkot Balgis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran TNI yang telah bahu-membahu bersama Pemerintah Kota Pekalongan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana banjir.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 0710/Pekalongan yang telah membantu Pemerintah Kota Pekalongan dalam penanganan bencana banjir ini. TNI tidak hanya menerjunkan personel untuk membantu proses evakuasi warga, tetapi juga membuka layanan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi dan warga terdampak banjir,” ujar Wawalkot Balgis.
Menurutnya, kehadiran dapur lapangan sangat membantu pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. Ia juga mengapresiasi kualitas makanan yang disediakan oleh dapur lapangan Kodim, yang dinilai layak dan menyehatkan bagi para pengungsi.
“Bapak-bapak tentara ini masak nasi dulu baru lauknya, porsinya banyak, masakannya enak, maknyus, walaupun yang masak bapak-bapak. Ini benar-benar layak diberikan kepada para pengungsi dan warga terdampak banjir,” ungkapnya dengan penuh antusias.
Wawalkot Balgis berharap, sinergi dan kolaborasi seperti ini terus terjaga dan semakin diperkuat.
"Tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam berbagai upaya kemanusiaan lainnya demi keselamatan, ketahanan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan,"harapnya.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Garry Herlambang, S.Sos. menjelaskan bahwa, dapur lapangan telah mulai beroperasi sejak awal kondisi banjir di Kota Pekalongan mulai terjadi. Dapur lapangan didirikan sebagai bentuk respon cepat TNI terhadap situasi darurat yang dihadapi masyarakat.
“Dapur lapangan Kodim ini sudah mulai beroperasi sejak hari Sabtu, tanggal 17 Januari 2026, sejak banjir di Kota Pekalongan mulai naik airnya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0710/Pekalongan bersinergi erat dengan Dinas Sosial serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, terutama dalam hal penyediaan bahan logistik dan pendistribusian bantuan makanan ke lokasi pengungsian.
“Kami bersinergi dengan Dinsos dan BPBD, terutama dalam penyediaan bahan mentah. Kodim membantu dari sisi tenaga untuk memasak, kemudian setelah makanan siap, baru diberikan kepada warga di pengungsian,” tambahnya.
Dandim Garry menyebut, setiap kali memasak, dapur lapangan Kodim 0710/Pekalongan mampu menyediakan sekitar 200 hingga 250 porsi makanan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga terdampak, terutama di lokasi-lokasi yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan dapur umum lainnya.
“Setiap kali memasak, kurang lebih 200 sampai 250 porsi. Ini sifatnya situasional. Mana wilayah atau pengungsian yang belum ter-cover oleh Dinsos, di situlah Kodim hadir untuk memberikan dukungan logistik makanan kepada warga,” terangnya.
Terkait durasi operasional dapur lapangan, Kodim 0710/Pekalongan, pihaknya menegaskan bahwa, layanan tersebut akan terus berjalan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Dapur lapangan akan terus beroperasi sampai kami yakin bahwa pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, air di permukiman sudah surut, dan aktivitas warga sudah kembali normal,” tegasnya.
Tidak hanya melalui dapur lapangan, Kodim 0710/Pekalongan juga memberikan berbagai bantuan lain yang tak kalah penting bagi warga terdampak banjir. Bantuan tersebut meliputi proses evakuasi warga menggunakan dua perahu karet dan satu perahu fiber, hingga mobilisasi warga ke tempat pengungsian yang lebih aman.
“Setelah proses evakuasi, warga kami bantu untuk dimobilisasi ke lokasi pengungsian. Di sana, kami juga membantu mendata keluhan serta kendala yang dihadapi warga, kemudian menyampaikannya kepada dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)