[ 2026-01-15 ]
Satpol P3KP Kota Pekalongan Catat Penurunan Kebakaran, Tantangan Non-Fire Rescue Terus Meningkat
Kota Pekalongan – Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol P3KP) Kota Pekalongan terus menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal dalam menjaga ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, serta memberikan layanan perlindungan dan penyelamatan kepada warga. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol P3KP Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, saat dikonfirmasi pada Rabu (14/01/2026).
Wismo menjelaskan bahwa, secara garis besar, Satpol P3KP memiliki tiga bidang utama dalam pelaksanaan tugasnya, yakni bidang penegakan peraturan daerah (Perda), bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), serta bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat).
“Satpol P3KP ini meliputi kegiatan dengan tiga bidang, yaitu penegakan perda, trantibum linmas, dan pemadam kebakaran serta penyelamatan. Masing-masing memiliki peran penting dalam mendukung keamanan dan keselamatan masyarakat Kota Pekalongan,” ujar Wismo.
Lebih lanjut, Wismo memaparkan capaian dan dinamika tugas pada bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan. Pada bidang ini, kegiatan terbagi ke dalam dua kategori besar, yakni fire rescue dan non-fire rescue.
“Fire rescue ini berkaitan langsung dengan pemadaman kebakaran, sementara non-fire rescue mencakup berbagai bentuk penyelamatan selain kebakaran,” jelasnya.
Untuk kejadian kebakaran atau fire rescue, Wismo menyebutkan bahwa, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 32 kejadian kebakaran di wilayah Kota Pekalongan. Angka ini menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Di tahun 2023, berdasarkan catatan kami terdapat 101 kejadian kebakaran. Kemudian pada tahun 2024 menurun menjadi 56 kejadian. Alhamdulillah, di tahun 2025 ini kembali turun menjadi 32 kejadian,” ungkapnya.
Menurut Wismo, penurunan jumlah kejadian kebakaran ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat, upaya sosialisasi pencegahan kebakaran yang terus dilakukan, serta respons cepat petugas Damkar dalam menangani potensi kebakaran sejak dini.
Namun demikian, tantangan besar justru datang dari kegiatan non-fire rescue yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Salah satu kasus yang paling sering ditangani adalah evakuasi sarang tawon Vespa Affinis.
“Yang paling banyak di Kota Pekalongan adalah penyelamatan terkait tawon Vespa affinis. Rupanya Kota Pekalongan ini agak cocok sebagai endemik tawon Vespa Affinis,” terang Wismo.
Sepanjang tahun 2025, Satpol P3KP Kota Pekalongan telah melakukan 148 kali evakuasi sarang tawon Vespa Affinis. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya dan menjadi salah satu kegiatan non-fire rescue yang cukup menyita tenaga dan waktu petugas.
“Kegiatan ini sudah dua tahun terakhir meningkat dan Saya kira cukup berat juga, karena penanganannya membutuhkan kehati-hatian dan peralatan khusus demi keselamatan petugas maupun warga,” imbuhnya.
Selain evakuasi tawon, Satpol P3KP juga kerap menangani evakuasi ular, yang pada tahun 2025 tercatat sebanyak 121 kali kejadian. Tidak hanya itu, petugas juga membantu warga dalam kasus pelepasan cincin pada jari yang tidak bisa dilepas, dengan jumlah penanganan mencapai 52 kali.
Masih dalam kategori non-fire rescue, berbagai bentuk penyelamatan lainnya juga dilakukan, mulai dari pertolongan korban tenggelam, laporan kemunculan buaya dan biawak, penyelamatan kucing yang jatuh ke gorong-gorong, hingga penanganan kasus kunci atau resleting terjepit, mesin giling yang menjepit tangan, laka lantas, serangan epilepsi, hingga kasus kesurupan.
“Untuk evakuasi dan pertolongan lainnya yang masuk non-fire rescue, jumlahnya sekitar 106 kali. Ini menunjukkan bahwa tugas Damkar saat ini tidak hanya soal memadamkan api, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan yang sangat luas kepada masyarakat,” jelas Wismo.
Ia menegaskan bahwa, Satpol P3KP Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor agar seluruh bentuk pelayanan, khususnya di bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan, dapat berjalan cepat, tepat, dan profesional.
“Ini gambaran dari Damkar, khususnya non-fire rescue. Selanjutnya, kami juga terus menjalankan tugas di bidang trantibum linmas dan penegakan perda demi terciptanya Kota Pekalongan yang aman, tertib, dan nyaman,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)