[ 2026-01-14 ]
Bank Sampah Induk Catat Kenaikan Nasabah 7 Persen di Tahun 2025
Kota Pekalongan — Bank Sampah Induk Kota Pekalongan menunjukkan peran strategisnya dalam pengelolaan sampah. Hingga akhir tahun 2025, operasional Bank Sampah Induk dipastikan tetap berjalan secara aktif dengan capaian positif berupa peningkatan jumlah nasabah.
Direktur Bank Sampah Induk, Abdul Mukti saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini mengatakan bahwa sepanjang awal tahun 2025 terdapat kenaikan jumlah nasabah sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan tumbuhnya partisipasi masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Untuk tahun 2025, Bank Sampah Induk tetap berjalan. Ada peningkatan jumlah nasabah yang ikut bergabung, sekitar tujuh persen. Secara otomatis, ketika nasabah meningkat, volume barang atau sampah yang disetorkan juga ikut naik,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan setoran sampah tidak hanya berasal dari nasabah perorangan, tetapi juga didukung oleh berbagai instansi, kelurahan, dan kelompok masyarakat yang mulai aktif berpartisipasi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya jumlah sampah terkelola sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Meski demikian, ia menilai bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih belum optimal. Menurutnya, edukasi dan pendampingan masih perlu terus dilakukan agar kebiasaan memilah sampah dari sumbernya dapat menjadi budaya sehari-hari.
"Menurut kami, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah itu masih kurang. Ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah yang harus terus kita dorong bersama,” jelasnya.
Sebagai bentuk kemudahan layanan, Bank Sampah Induk juga menyediakan layanan penjemputan sampah dengan ketentuan minimal berat 50 kilogram, dengan jenis sampah yang dijemput beragam.
Ke depan, Bank Sampah Induk berharap minat masyarakat untuk menabung sampah terus meningkat, seiring dengan manfaat ekonomi yang diperoleh sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dengan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, pihaknya optimistis dapat menjadi motor penggerak pengelolaan sampah yang lebih efektif, produktif, dan ramah lingkungan di tahun mendatang.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)