Rilis Berita


Indonesia Capai Swasembada Pangan, Kota Pekalongan Ambil Peran Lewat Perluasan Sawah

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-14 ]

Indonesia Capai Swasembada Pangan, Kota Pekalongan Ambil Peran Lewat Perluasan Sawah

Kota Pekalongan – Pengumuman swasembada pangan nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Siaran Langsung Panen Raya Nasional pada Rabu (7/1/2026), disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk para penyuluh pertanian di daerah. Salah satunya Penyuluh Pertanian Kecamatan Pekalongan Utara, Lazim Sofi.

Ia menyebut capaian swasembada pangan ini sebagai momen bersejarah, mengingat terakhir kali Indonesia mencapai kondisi serupa pada tahun 1984. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras petani, pendampingan intensif penyuluh, serta dukungan kebijakan pemerintah pusat hingga daerah.

“Alhamdulillah, hasil swasembada ini sangat luar biasa. Kami tentu sangat berbangga karena setelah puluhan tahun, Indonesia akhirnya bisa kembali mencapai swasembada pangan,” ujarnya.

Lazim mengungkapkan bahwa Kota Pekalongan memiliki komitmen yang sama dengan daerah lain dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Meski memiliki keterbatasan wilayah, sektor pertanian di Kota Pekalongan terus diperkuat melalui berbagai upaya strategis.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penambahan luas areal tanam padi pasca pembangunan tanggul pengendali rob, khususnya di wilayah Krapyak dan Degayu. Dampak positif dari pembangunan tersebut membuat lahan yang sebelumnya terdampak rob kini mulai mengering dan kembali produktif.

“Pada tahun 2025, sekitar 50 hektare lahan eks rob sudah bisa ditanami padi dari potensi total sekitar 95 hektare. Pada 2026, kami berupaya agar sisa sekitar 45 hektare dapat kembali ditanami. Fokus utama Kota Pekalongan saat ini adalah komoditas padi,” jelas Lazim.

Penyuluh pertanian yang juga meraih Anugerah Insan Pertanian Kategori Penyuluh Pertanian Inovator dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 ini menambahkan, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Penyuluh dituntut untuk terus mengawal keberlanjutan swasembada pangan di tengah arus modernisasi, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian.

“Peran penyuluh akan semakin penting untuk memastikan swasembada ini tidak hanya tercapai, tetapi juga berkelanjutan,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)