Rilis Berita


Pekalongan Jadi Tujuan Kunjungan Dekranasda Kota Depok, Bahas Pelestarian Batik dan Kriya

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-14 ]

Pekalongan Jadi Tujuan Kunjungan Dekranasda Kota Depok, Bahas Pelestarian Batik dan Kriya

Kota Pekalongan - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan menerima kunjungan studi banding dari Dekranasda Kota Depok, Kamis (8/1/2026) di Museum Batik Pekalongan. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung upaya pelestarian batik serta pengembangan industri kreatif yang dilaksanakan di Kota Pekalongan.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut dan menyambut baik Dekranasda Kota Depok yang telah memilih Kota Pekalongan sebagai tujuan studi banding. Ia menyampaikan bahwa Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batik dengan beragam motif dan corak warna.

“Kalau berbicara studi banding batik, tidak salah jika tujuannya ke Kota Pekalongan. Untuk belajar batik di Kota Pekalongan memang tidak cukup hanya satu hari,” ucapnya.

Inggit berharap kunjungan ini menjadi langkah awal melanjutkan kolaborasi antara Dekranasda Kota Pekalongan dan Dekranasda Kota Depok, tentunya untuk mengembangkan masing-masing ciri khas dan keunggulan daerah.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, menuturkan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi pihaknya. Ia mengapresiasi konsistensi Kota Pekalongan dalam menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya.

“Alhamdulillah, terima kasih atas sambutan hangat dari Dekranasda Kota Pekalongan. Kunjungan ini menjadi ladang ilmu dan spirit untuk Dekranasda Kota Depok,” tuturnya.

Dirinya menilai, komitmen Kota Pekalongan dalam melestarikan batik tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan perkembangan zaman dan teknologi.

“Yang bisa kami ambil adalah komitmen dalam membatik. Tantangan zaman dan teknologi terus bergulir, tetapi kami melihat Kota Pekalongan tetap konsisten melestarikan warisan budaya,” tandasnya.

Menurutnya adanya peran pemerintah daerah dan Dekranasda Kota Pekalongan dalam menggerakkan masyarakat agar terlibat dalam industri batik, yang bid dilihat salah satunya melalui Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon.

“Membuat masyarakat mau terjun ke dunia batik tidak mudah. Di sini kami melihat peran pemerintah dalam menggerakkan masyarakat, dan ini menjadi hal yang bisa kami contoh,” sambungnya.

Selain batik, ia juga melihat perkembangan industri kreatif di Kota Pekalongan yang tidak hanya terbatas pada batik, tetapi telah berkembang ke berbagai produk kriya lainnya.

“Industri kreatif di Kota Pekalongan adalah batik, tetapi sudah merambah ke kriya seperti rajut, tenun, dan lainnya. Karena itu, Kota Pekalongan sangat pantas disebut sebagai Kota Kreatif,” tutupnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran informasi serta membuka peluang kolaborasi antara Dekranasda Kota Pekalongan dan Dekranasda Kota Depok dalam pengembangan kerajinan dan industri kreatif ke depan.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Arfian/Saif)