[ 2026-01-08 ]
Wali Kota Aaf Turun Langsung Tinjau Tanggul Jebol Pabean, Kolaborasi Aparat dan Warga Berlangsung Hingga Malam
Kota Pekalongan — Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, turun langsung meninjau proses penanganan tanggul jebol di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu sore (07/01/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Pekalongan tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan percepatan penanganan darurat sekaligus memberikan dukungan moril kepada aparat dan warga yang sejak dini hari berjibaku di lapangan.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Aaf menyampaikan apresiasi atas soliditas lintas sektor yang terlibat, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Pekalongan, unsur TNI-Polri, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat. Ia menilai kerja sama yang terbangun menjadi kunci utama agar penanganan tanggul dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Alhamdulillah Saya terima kasih atas support dari semuanya. Dari pagi tadi ada Pak Camat, Bu Lurah, Pak Dandim, Pak Kapolres, semuanya bisa datang ke lokasi. Terima kasih juga atas kerja samanya dengan warga yang ikut kerja bakti,” ujar Aaf di sela peninjauan.
Menurutnya, penanganan darurat tidak mungkin hanya mengandalkan petugas dari Pemkot Pekalongan, DPUPR, Polres, maupun Brimob semata. Keterlibatan warga sangat menentukan keberhasilan percepatan penutupan tanggul yang jebol.
“Kalau warga nggak ikut turun, itu pasti nggak maksimal. Jadi warga juga turun membantu,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, semangat gotong royong masyarakat Pabean patut diapresiasi karena banyak warga yang sejak pukul 02.00 WIB dini hari belum sempat beristirahat dan tetap membantu proses penanganan di lokasi. Bahkan, warga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kerja hingga malam hari, selama material penanganan tersedia.
“Yang penting sekarang tertangani dulu, ketutup dulu. Nanti penyempurnaannya dilakukan setiap hari,” katanya.
Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, fokus Pemkot saat ini adalah memastikan aliran air dapat dikendalikan terlebih dahulu agar tidak semakin meluas merendam permukiman warga. Setelah kondisi relatif aman, perbaikan lanjutan akan dilakukan secara bertahap guna memperkuat struktur tanggul.
Selain penanganan fisik, Pemkot Pekalongan juga memberikan perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis warga terdampak. Derasnya aliran air pada malam sebelumnya sempat menimbulkan kepanikan dan trauma, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Saat ini, sejumlah warga telah mengungsi sementara di SD Pabean 2 serta musala setempat. Jumlah pengungsi diperkirakan masih berpotensi bertambah, seiring kondisi rumah warga yang belum sepenuhnya aman dan layak untuk ditempati.
“Yang penting kita koordinasi dengan Dinsos-P2KB dan BPBD untuk suplai kebutuhan makanan dan obat-obatan. Kebutuhan dasar harus siap di titik pengungsian,” jelasnya.
Wali Kota Aaf juga memperkirakan, pada malam hari akan lebih banyak warga yang memilih mengungsi karena kelelahan setelah seharian melakukan kerja bakti dan mempertimbangkan faktor keamanan rumah masing-masing.
“Kalau melihat kondisi rumah belum memungkinkan untuk istirahat, ya kemungkinan besar mereka akan ke pengungsian,” tuturnya.
Ia memastikan seluruh perangkat daerah terkait terus siaga dan berkoordinasi intensif untuk menjamin keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak ragu melaporkan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
"Penanganan darurat akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga situasi benar-benar aman dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)