Rilis Berita


Perkuat Kesiapan Operasional, Dinas Kesehatan Sasar Enam SPPG Ikuti Pelatihan Penjamah Pangan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2026-01-08 ]

Perkuat Kesiapan Operasional, Dinas Kesehatan Sasar Enam SPPG Ikuti Pelatihan Penjamah Pangan

Kota Pekalongan – Dinas Kesehatan Kota Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin keamanan pangan melalui pelaksanaan pelatihan penjamah pangan bagi pengelola dan relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pelatihan ini secara konsisten telah digelar sejak program MBG mulai beroperasi dan diperuntukkan bagi SPPG yang belum mengikuti pelatihan atau belum memenuhi persyaratan operasional.

Pada pelaksanaan pelatihan terbaru ini, sebanyak enam SPPG turut serta, yaitu SPPG Kandang Panjang, 2 SPPG Poncol, SPPG Panjang Baru, SPPG Panjang Wetan, dan SPPG Gamer. Peserta terdiri dari penjamah pangan atau relawan dapur yang berperan langsung dalam proses pengolahan makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Sanitarian Muda setempat, Maysaroh saat ditemui pada kegiatan tersebut, di SPPG Merak, Selasa (6/1/2026), menjelaskan bahwa pelatihan penjamah pangan merupakan persyaratan wajib sebelum SPPG dapat beroperasi secara penuh. Hal ini sesuai dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional, yang mengharuskan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Salah satu komponen utama dalam pemenuhan sertifikat tersebut adalah kepemilikan sertifikat pelatihan penjamah pangan bagi seluruh penjamah makanan.

“Sejak SPPG mulai berjalan, kami secara bertahap melaksanakan pelatihan ini. Pelatihan diberikan khususnya bagi SPPG yang belum mengikuti atau masih dalam proses melengkapi persyaratan, agar saat dapur beroperasi, seluruh penjamah pangan sudah memahami standar keamanan pangan,” jelasnya.

Dalam pelatihan ini, dikatakan May bahwa peserta mendapatkan 6 materi utama terkait pengolahan pangan yang aman. Materi tersebut meliputi pemilihan bahan pangan yang layak, tata cara penyimpanan bahan untuk menjaga kualitas, proses pengolahan makanan yang benar dan matang sempurna, penerapan kebersihan selama proses memasak, pengemasan dan penyajian makanan di ompreng, hingga proses distribusi makanan ke sekolah agar tetap layak konsumsi.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya penyakit maupun kejadian keracunan pangan, yang kerap disebabkan oleh pengolahan makanan yang tidak sesuai prinsip keamanan pangan. Pihaknya menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman sebelumnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekalongan hingga saat ini, terdapat 28 SPPG yang telah terdata, namun belum seluruhnya beroperasional. Sekitar 6 SPPG masih dalam tahap pemenuhan persyaratan, baik dari aspek kelaikan bangunan dapur, kelengkapan dan standar peralatan, maupun kesehatan serta kompetensi penjamah pangan.

Selain pengolahan makanan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kebersihan lingkungan kerja dan pemeliharaan dapur. Penekanan diberikan pada pembersihan dan sanitasi dapur, termasuk tata cara mencuci dan sanitasi ompreng sesuai standar kesehatan, hingga proses pengolahan makanan yang higienis dan aman.

Ia berharap seluruh SPPG dapat memenuhi ketentuan yang berlaku serta mampu menyajikan makanan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)