[ 2026-01-05 ]
Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Rutan Pekalongan Gelar Sosialisasi Pemilahan dan Bank Sampah bagi Warga Binaan
Kota Pekalongan – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung program pembinaan dan reintegrasi sosial, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan menggelar sosialisasi pengelolaan sampah kepada seluruh tahanan dan narapidana. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Rutan Pekalongan, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Riyanto, serta Perawat Rutan Dyan Wisnuarga. Para petugas tidak hanya memberikan materi, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung terkait pemilahan sampah.
Karutan Nanang menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Pekalongan dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan nasional dan daerah terkait pengurangan sampah dari sumbernya. Ia menegaskan pentingnya disiplin pemilahan sampah sebagai langkah awal perubahan perilaku.
“Tahanan dan narapidana kami dorong untuk terbiasa memilah dan membuang sampah sesuai kategorinya, yakni sampah organik di tempat sampah berwarna hijau, sampah anorganik di tempat sampah berwarna kuning, serta sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di tempat sampah berwarna merah,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Karutan Nanang, Rutan Pekalongan juga merencanakan kolaborasi strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan melalui pembentukan bank sampah di lingkungan rutan. Program ini diharapkan mampu mengubah sampah menjadi nilai ekonomi, sekaligus memberikan keterampilan baru bagi warga binaan.
"Selain itu, pengembangan budidaya maggot dan pembuatan pupuk kompos akan dioptimalkan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk alami, mendukung ketahanan pangan rutan, serta menekan volume limbah,"terangnya.
Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menyambut positif langkah yang dilakukan Rutan Pekalongan. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah di lingkungan rutan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dari sumbernya.
“Apa yang dilakukan Rutan Pekalongan ini sangat sejalan dengan program Pemerintah Kota Pekalongan dalam mendorong pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Perubahan perilaku menjadi kunci utama, dan edukasi seperti ini memiliki dampak jangka panjang,” ungkap Joko.
Ia menambahkan bahwa, keterlibatan warga binaan dalam program bank sampah, kompos, dan maggot tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan bekal keterampilan hidup.
“DLH Kota Pekalongan siap mendukung dan mendampingi, baik dari sisi edukasi teknis maupun penguatan kelembagaan bank sampah, agar program ini dapat berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Pekalongan mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun antara Rutan Pekalongan dan DLH.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis edukasi dan pemberdayaan, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Pekalongan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,"harapnya.
Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Rutan Pekalongan, Eko Kurniawan, menilai kegiatan tersebut sebagai bagian penting dari pembinaan karakter warga binaan.
“Melalui sosialisasi ini, warga binaan tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan rutan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)