[ 2025-12-29 ]
Rayakan Natal dengan Penuh Makna, WBP Kristen Rutan Pekalongan Ikuti Kebaktian Bersama GKI
Kota Pekalongan – Suasana haru dan penuh kekhidmatan terasa di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan saat dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen mengikuti Kebaktian dan Perayaan Natal bersama Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pekalongan, Sabtu (20/12/2025). Meski jumlah peserta terbatas, kegiatan ibadah berjalan dengan penuh kehangatan, kebersamaan, dan makna mendalam bagi para WBP yang merayakannya.
Perayaan Natal ini juga dihadiri langsung Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, beserta jajaran struktural. Kehadiran jajaran petugas tersebut menjadi wujud komitmen Rutan Pekalongan dalam menjamin dan memfasilitasi pemenuhan hak beribadah bagi seluruh WBP sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Dalam sambutannya, Karutan Nanang menyampaikan apresiasi tinggi kepada GKI Pekalongan yang selama ini secara konsisten memberikan pembinaan mental dan rohani kepada WBP Kristen di Rutan Pekalongan.
"Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus memberikan dorongan spiritual sehingga para WBP mampu menjalani masa pidana dengan lebih kuat, sabar, dan penuh harapan,"ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, namun sebuah momentum penuh makna yang sarat nilai kasih, kerendahan hati, dan pengharapan. Nilai-nilai tersebut menjadi penting, khususnya bagi para WBP yang tengah melalui proses pembinaan dan perbaikan diri.
“Melalui kebaktian dan perayaan Natal ini, kita diajak untuk terus menyalakan terang dengan menjadi pribadi yang peduli, saling menguatkan, dan membawa kebaikan di mana pun kita berada. Semoga momen Natal ini memberi ketenangan batin, motivasi, serta semangat baru bagi WBP untuk terus memperbaiki diri,” ungkap Karutan.
Rangkaian ibadah berjalan dengan tertib dan lancar, dimulai dengan pujian dan doa, pembacaan firman Tuhan, hingga penyampaian pesan Natal yang menekankan pentingnya rasa syukur, introspeksi diri, serta penguatan iman. Di akhir kegiatan, dilakukan doa bersama sebagai bentuk harapan agar para WBP senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Karutan Nanang terus berkomitmen dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang inklusif, humanis, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan penghormatan terhadap hak beragama.
"Diharapkan, pembinaan rohani seperti ini mampu menjadi sarana pembentuk karakter yang lebih baik, sehingga para WBP kelak dapat kembali ke masyarakat dengan siap menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dan bertanggung jawab,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)