[ 2025-12-29 ]
Hadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Wali Kota Aaf Tekankan Antisipasi Kerawanan dan Empati Sosial
Kota Pekalongan — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Potensi Kerawanan, Rabu (17/12/2025), bertempat di Aula KPU Kota Pekalongan. Rapat tersebut melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Kota Pekalongan selama momentum libur akhir tahun.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, yang hadir sekaligus memberikan arahan, menegaskan bahwa, Kota Pekalongan selama ini dikenal kondusif saat pelaksanaan Natal maupun tahun baru. Namun demikian, pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat tetap perlu melakukan langkah antisipatif terhadap berbagai potensi kerawanan yang bisa muncul sewaktu-waktu.
“Selama ini, Alhamdulillah Kota Pekalongan aman dan kondusif saat Natal dan Tahun Baru, tidak ada kejadian luar biasa. Tetapi bukan berarti kita tidak melakukan antisipasi. Kita tetap harus waspada terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak yang menunggangi situasi,” tegas Wali Kota Aaf.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kebijakan Pemkot Pekalongan terkait perayaan malam Tahun Baru. Ia menekankan agar pemberian izin kegiatan, terutama yang bersifat pesta kembang api dan perayaan skala besar, diminimalisir. Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya terkait aspek keamanan dan ketertiban, namun juga sebagai bentuk empati sosial.
“Kita lebih kepada empati. Saat ini masih banyak saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana. Mereka masih kesulitan mendapatkan air bersih, makanan layak, bahkan untuk makan tiga kali sehari pun tidak mudah. Jadi kurang elok jika kita justru berpesta pora, seolah-olah menghamburkan atau ‘membakar’ uang untuk petasan dan sebagainya,” ungkapnya.
Wali Kota Aaf berharap, masyarakat Kota Pekalongan dapat merayakan tahun baru dengan cara yang lebih sederhana, tertib, penuh kepekaan sosial, dan tetap menjaga ketenangan lingkungan.
Selain isu perayaan akhir tahun, Wali Kota Aaf juga menyinggung dinamika terkait Upah Minimum Kota (UMK) yang tengah menjadi perhatian pekerja dan dunia usaha. Ia menyebutkan, komunikasi antara serikat pekerja dengan Pemkot Pekalongan selama ini berjalan baik dan selalu melalui mekanisme dialog sebelum keputusan diambil.
“Menjelang penetapan UMK, komunikasi dengan serikat pekerja nasional sudah baik. Biasanya kita selalu berdiskusi dulu di guest house untuk membicarakan UMK sehingga potensi gejolak bisa diminimalisir,” jelasnya.
Namun demikian, Wali Kota mengakui bahwa Kota Pekalongan masih memiliki trauma sosial pasca kerusuhan yang terjadi pada 30 Agustus 2025 lalu. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting tentang perlunya kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok yang mencoba memanfaatkan situasi.
“Terus terang, Saya pribadi masih ada traumatik dengan kejadian itu. Di satu kelompok memang ada yang aman, tapi yang menunggangi ini yang harus kita antisipasi bersama. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu ikut mengawasi. Jika ada kejadian yang dirasa janggal atau berpotensi mengganggu keamanan, mohon segera dilaporkan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Wali Kota Aaf berharap, momentum Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Pekalongan dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Pemkot bersama TNI, Polri, OPD, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder berkomitmen menjaga situasi tetap stabil dan terkendali.
“Semoga masukan dari seluruh pihak dalam rakor ini bisa menjadi acuan untuk memastikan libur Natal dan Tahun Baru berjalan lancar, aman, dan kondusif. Di Kota Pekalongan, Insyaallah tidak ada kejadian luar biasa maupun hal yang tidak kita inginkan. Namun tetap, kita jangan lengah dan harus terus antisipatif,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)