Rilis Berita


Sinergi Pendidikan Berbuah Prestasi, Wali Kota Aaf Raih Anugerah Dwijapraja Nugraha

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-01 ]

Sinergi Pendidikan Berbuah Prestasi, Wali Kota Aaf Raih Anugerah Dwijapraja Nugraha

Jakarta - Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menerima Anugerah Dwijapraja Nugraha pada puncak peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang digelar di Britama Arena, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Penghargaan bergengsi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu dan layanan pendidikan, serta kesejahteraan tenaga pendidik di daerahnya.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, serta jajaran pengurus PGRI dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi peran guru dalam mencetak generasi bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

Penghargaan Dwijapraja Nugraha diberikan kepada kepala daerah yang dinilai aktif memperkuat profesionalitas guru, menciptakan akses pendidikan yang merata, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Pemerintah Kota Pekalongan dinilai berhasil menghadirkan program strategis yang mendorong peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pembelajaran, hingga memberi ruang penting bagi kesejahteraan tenaga pendidik.

Melalui proses penilaian ketat, mulai dari verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, hingga wawancara mendalam, Pemerintah Kota Pekalongan dinilai layak menerima penghargaan tersebut. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot dalam menempatkan sektor pendidikan sebagai program prioritas pembangunan daerah.

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Aaf menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pembangunan pendidikan di daerahnya.

“Alhamdulillah, PGRI Kota Pekalongan bisa ikut berpartisipasi dalam hari jadi ke-80 PGRI ini. Suasananya penuh semangat dan kegembiraan. Banyak masukan dari ketua PGRI dan para pendidik yang telah disampaikan kepada Kementerian, semoga bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja sama dari seluruh pemangku pendidikan di Kota Pekalongan.

“Setelah melewati proses verifikasi panjang, baik lapangan maupun wawancara, saya mendapatkan Anugerah Dwijapraja Nugraha. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi menjadi penyemangat kita semua agar sinergi antara PGRI dan Pemerintah Kota Pekalongan semakin kuat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pesan khusus bagi seluruh tenaga pendidik. Ia menegaskan bahwa profesi guru merupakan profesi mulia yang harus terus dijunjung tinggi.

“Guru telah dinobatkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Kita semua tidak bisa menjadi apa-apa tanpa guru. Karena itu, guru wajib kita hormati dan teladani,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar guru terus menjaga komitmen profesionalitas dan etos kerja.

“Guru harus tetap memiliki semangat, bukan hanya berorientasi pada sertifikasi atau aspek formal lainnya. Pemerintah Kota Pekalongan akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru, termasuk melalui advokasi hingga ke pemerintah pusat,” tukasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)