Rilis Berita


Walikota Aaf Apresiasi Produk WBP Rutan Pekalongan di Pekan Batik Nusantara 2025

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-12-01 ]

Walikota Aaf Apresiasi Produk WBP Rutan Pekalongan di Pekan Batik Nusantara 2025

Kota Pekalongan — Gelaran Pekan Batik Nusantara (PBN) 2025 kembali menjadi ruang unjuk prestasi kreativitas masyarakat, termasuk karya warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pada Kamis malam (27/11/2025), Walikota Pekalongan, H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., mengunjungi stand Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah di GOR Jatayu. Kedatangannya didampingi langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, untuk melihat secara langsung ragam produk hasil pembinaan WBP.

Dalam kunjungannya, Walikota yang akrab disapa Mas Aaf menyampaikan apresiasi tinggi terhadap berbagai karya yang dipamerkan, mulai dari produk batik, miniatur bangunan, hingga kerajinan tangan berbahan kayu dan daur ulang. Mas Aaf menilai bahwa, karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menunjukkan proses pembinaan yang terukur, konsisten, dan berdampak positif bagi para warga binaan.

"Saya sangat bangga melihat hasil karya warga binaan Rutan Pekalongan. Ini bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berjalan efektif dan memberi ruang bagi para WBP untuk terus berkarya serta mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.

Mas Aaf juga menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan akan terus mendukung program pembinaan di Rutan Pekalongan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta keterampilan yang kelak dapat digunakan sebagai bekal setelah mereka kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Karutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemkot Pekalongan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Rutan sangat penting demi terciptanya pembinaan yang komprehensif dan berorientasi pada kemandirian WBP.

“Terima kasih kepada Bapak Walikota dan jajaran Pemkot Pekalongan. Dukungan yang diberikan selama ini sangat membantu kami dalam menjalankan pembinaan sehingga warga binaan mampu menghasilkan karya-karya terbaik,” tuturnya.

 

Karutan Nanang menambahkan bahwa, pihaknya akan terus mendorong program pembinaan berbasis keterampilan dan kreativitas agar WBP memiliki peluang lebih besar untuk produktif dan berdaya saing setelah bebas. Ia berharap, melalui kegiatan seperti Pekan Batik Nusantara, masyarakat dapat melihat bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkarya dan turut berkontribusi bagi ekonomi kreatif daerah.

"Pekan Batik Nusantara 2025 sendiri menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk mengenalkan ragam kreativitas berbasis batik dan kerajinan lokal, termasuk hasil karya dari warga binaan kami sebagai wujud pembinaan yang berkelanjutan,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)