[ 2025-11-10 ]
Ratusan Warga Binaan Lapas dan Rutan Pekalongan Jalani Skrining TBC
Kota Pekalongan – Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan dan Rutan Kelas IIA Pekalongan menjalani skrining Tuberculosis (TBC). Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, serta Tim Vendor X-Ray PT Cito Putra Utama sebagai langkah deteksi dini Kasus Tuberculosis (TBC) melalui metode Active Case Finding (ACF) dengan pemeriksaan Chest X-Ray (CXR).
Untuk kegiatan skrining di Lapas Pekalongan dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat (6-7 November 2025) di Aula Ki Hajar Dewantara Lapas Pekalongan, sementara untuk kegiatan serupa di Rutan Pekalongan berlangsung pada Sabtu dan Senin, (8 dan 10 November 2025) di Klinik Rutan setempat.
Program skrining ini merupakan bagian dari pelaksanaan Surat Edaran Dirwatkeshab Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.06-PK.07.03-442 Tahun 2025 tentang Penemuan Kasus Tuberkulosis melalui Rontgen Dada di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Indonesia.
Kalapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso menyebut, sebanyak 204 warga binaannya mengikuti pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, sebanyak 124 warga binaan menjalani pemeriksaan dengan hasil 7 orang terdeteksi suspect TB, sementara pada hari kedua dilakukan skrining terhadap 80 warga binaan dan ditemukan 6 orang suspect TB.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada seluruh warga binaan.
“Kami berupaya memastikan setiap warga binaan mendapatkan hak atas kesehatan, termasuk deteksi dini penyakit menular seperti TBC. Hasil skrining ini akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan sesuai standar kesehatan,” ujar Kalapas Teguh.
Kegiatan skrining berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Selanjutnya, tim kesehatan Lapas melakukan pemeriksaan dahak terhadap warga binaan yang teridentifikasi suspect TB untuk memastikan diagnosis dan menentukan langkah pengobatan yang tepat.
"Melalui kegiatan ini, kami terus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC serta memastikan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif,"tegasnya.
Terpisah, Karutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto menjelaskan, kegiatan skrining TBC ini menyasar 200 WBP Rutan Kelas IIA Pekalongan, dengan hasil 22 orang teridentifikasi suspect TB. Tindak lanjut akan segera dilakukan oleh tenaga kesehatan Rutan.
“Bagi WBP yang terdeteksi suspect TB, kami akan lakukan pemeriksaan dahak lanjutan dan pengobatan sesuai standar medis. Harapannya, deteksi dini ini bisa memutus rantai penularan di lingkungan Rutan,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan ini menunjukkan komitmen Rutan Pekalongan dalam menjaga kesehatan warga binaan melalui deteksi dini penyakit menular dan kolaborasi lintas sektor di bidang kesehatan.
Pengelola Program TB atau Wakil Supervisor (Wasor) TB pada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Indayah Dewi Tunggal menerangkan, untuk selanjutnya suspek yg di temukan di cek dahak nya. Dahak sudah di kirimkan ke laboratorium TCM di Rumah Sakit Budi Rahayu Kota Pekalongan.
"Kita tunggu hasil dahak nya dulu. Yang nama nya suspek kan terduga Kita belum tau hasilnya TB atau bukan. Tapi, kita sarankan agar warga binaan yang suspek tetap dipisah untuk kamar huniannya,"ungkap Indayah.
Untuk menekan angka tersebut, kata Indayah, petugas kesehatan tidak hanya fokus pada pengobatan pasien, tetapi juga melakukan terapi pencegahan bagi anggota keluarga yang tinggal serumah.
" TBC bisa diobati, tapi yang lebih penting adalah pencegahan. Lingkungan harus sehat, udara lancar, dan cahaya matahari bisa masuk. Lingkungan yang terjaga akan membantu memutus rantai penularan, "tuturnya.
Melalui kegiatan skrining yang masif dan berkelanjutan ini, ia berharap, angka penularan TBC di Kota Pekalongan, khususnya di lingkungan pemasyarakatan, dapat terus ditekan.
"Langkah kolaboratif antara Kemenkes, Pemkot Pekalongan, dan jajaran Lapas-Rutan menjadi contoh nyata sinergi pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, termasuk bagi mereka yang berada di balik jeruji,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)