[ 2025-11-03 ]
Refleksi Demokrasi, DPRD Jateng dan Bakesbangpol Dorong Kepercayaan Publik dan Gerakan Generasi Muda
Kota Pekalongan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Tengah menggelar seminar bertema “Membaca Ulang Demokrasi, Kepercayaan Publik, Gerakan Generasi Muda, dan Tantangan Legitimasi Pemerintah” pada Jumat siang (31/10/2025). Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Nirwana ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, A. Baginda Muhammad Mahfuz, Sekretaris Fraksi, Juli Krisdianto. Turut hadir pula sejumlah anggota DPRD dari Kota dan Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang, serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang ambil bagian dalam forum diskusi ini.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, sekaligus Sekretaris Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Juli Krisdianto, menyampaikan bahwa, kegiatan seminar tersebut merupakan agenda rutin Fraksi PDI Perjuangan di berbagai daerah. Setiap pelaksanaan mengangkat tema yang disesuaikan dengan bidang kerja masing-masing komisi di DPRD.
Menurutnya, untuk Komisi A yang bermitra dengan Bakesbangpol, fokus utama diarahkan pada isu-isu fundamental seputar demokrasi, kepercayaan publik, serta tantangan dalam memperkuat legitimasi pemerintahan di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.
"Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang refleksi dan evaluasi terhadap kondisi demokrasi kita saat ini. Tidak hanya soal politik elektoral, tetapi juga bagaimana partisipasi masyarakat bisa terus tumbuh dalam semangat gotong royong dan kebangsaan,” ujar Juli.
Lebih lanjut, Juli menegaskan bahwa, DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan yang relevan dan berpihak pada kepentingan rakyat. Melalui kegiatan seperti seminar ini, pihaknya berharap dapat menjembatani komunikasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi garda depan perubahan sosial dan politik.
Menurutnya, berbagai isu aktual seperti penanganan stunting, pemerataan pendidikan, dan pelestarian kebudayaan lokal turut dibahas sebagai bagian dari refleksi terhadap kepercayaan publik dan legitimasi pemerintah. Tantangan-tantangan tersebut, kata Juli, tidak bisa dihadapi secara sektoral, melainkan memerlukan kolaborasi lintas bidang dan keterlibatan aktif semua elemen masyarakat.
"Kepercayaan publik terhadap pemerintah tidak bisa hanya dibangun lewat janji politik, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan yang menyentuh kehidupan rakyat secara nyata. Di sinilah pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat sipil, termasuk mahasiswa,” imbuhnya.
Juli juga mengapresiasi antusiasme peserta seminar, terutama dari kalangan mahasiswa GMNI yang berani menyuarakan pandangan kritis dan menawarkan solusi terhadap permasalahan bangsa. Ia menilai bahwa, partisipasi generasi muda dalam forum-forum dialog publik menjadi indikator sehatnya demokrasi di Indonesia.
“Kami berharap, kegiatan seperti ini tidak berhenti di ruang seminar saja, tetapi berlanjut dalam aksi nyata di lapangan. Kolaborasi yang terbuka dan konstruktif sangat dibutuhkan agar fungsi DPRD sebagai representasi rakyat bisa berjalan optimal dan adaptif terhadap tantangan zaman,” tegasnya.
Melalui seminar ini, dirinya bersama Bakesbangpol berkomitmen untuk terus membuka ruang partisipatif bagi masyarakat.
"Dengan semangat kebersamaan, kegiatan diskusi menjadi momentum penting dalam memperkuat demokrasi yang berakar pada nilai-nilai kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab sosial,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)