Rilis Berita


Lewat Tepuk Sakinah, Inggit Soraya Ingatkan Pasangan Pengantin Arti Cinta dan Komitmen

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-09 ]

Lewat Tepuk Sakinah, Inggit Soraya Ingatkan Pasangan Pengantin Arti Cinta dan Komitmen

Kota Pekalongan – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, memberikan pesan mendalam kepada delapan pasangan pengantin yang mengikuti kegiatan Resepsi Legalisasi Pernikahan Tahun 2025, di Ballroom Hotel Howard Johnson Pekalongan, Rabu (8/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Inggit mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah sebagai pondasi bagi terciptanya masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera.

Inggit menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan legalisasi nikah setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sebelumnya telah menikah secara agama, agar memperoleh kepastian hukum melalui pencatatan resmi negara.

“Alhamdulillah, meskipun dengan anggaran yang terbatas, Dinsos P2KB tetap berkomitmen melaksanakan kegiatan ini. Ini adalah wujud kepedulian terhadap pasangan yang ingin menata rumah tangga mereka secara sah di mata hukum dan agama,"tutur Inggit.

Inggit berharap, delapan pasangan pengantin yang sudah resmi tercatat di KUA dapat menjaga komitmen dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, Inggit juga memperkenalkan Tepuk Sakinah, sebuah simbol dan sarana edukatif yang dirancang untuk mengingatkan pasangan pengantin akan nilai-nilai cinta, hormat, dan ridho dalam kehidupan rumah tangga. Melalui Tepuk Sakinah, pasangan diingatkan bahwa pernikahan bukan hanya janji di depan penghulu, tetapi juga ikrar suci untuk saling menyayangi dan saling menguatkan di setiap situasi.

“Pernikahan bukan sekadar momen bahagia di hari akad, tetapi perjalanan panjang yang penuh dinamika. Akan ada ujian, perbedaan pendapat, dan berbagai tantangan. Namun dengan cinta yang tulus, saling menghormati, dan saling ridho, insyaallah rumah tangga akan tetap kokoh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Inggit menegaskan bahwa, keluarga sakinah tidak hanya menjadi sumber kebahagiaan pribadi, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk tatanan sosial yang damai. Keluarga yang harmonis melahirkan anak-anak yang berakhlak, masyarakat yang rukun, serta bangsa yang kuat dan sejahtera.

“Kalau setiap keluarga bisa hidup dengan cinta dan saling menghormati, tentu akan tercipta masyarakat yang tenteram. Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Dari keluarga sakinah akan lahir generasi yang berakhlak dan cinta damai,” ujarnya.

Inggit bersyukur, kegiatan Resepsi Legalisasi Pernikahan ini disambut dengan penuh haru dan bahagia oleh para pasangan yang hadir. Mereka kini tidak hanya sah secara agama, tetapi juga diakui secara hukum oleh negara.

" Harapannya, dengan dukungan moral dan pembinaan dari Pemerintah Kota Pekalongan melalui TP PKK dan Dinsos P2KB, para pasangan ini dapat melangkah ke jenjang kehidupan baru yang lebih mantap, bahagia, dan berkah,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/ Dian/Arfian)