[ 2025-09-23 ]
Lanjutkan Program Rehabilitasi Narkotika, Lapas Pekalongan Hadirkan Konseling Individu untuk Warga Binaan
Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam upaya rehabilitasi bagi warga binaan yang terjerat kasus narkotika. Dimana, Lapas Pekalongan kembali melanjutkan program Rehabilitasi Pemasyarakatan yang kali ini berfokus pada sesi konseling individu, bertempat di Aula perpustakaan Lapas setempat, Jumat (19/9/2025). Sebanyak 29 peserta dari warga binaan Lapas yang mengikuti rehabilitasi mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga profesional psikolog.
Dalam kesempatan tersebut, Lapas Pekalongan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Pekalongan yang menurunkan tiga psikolog andal, yakni Citra Hanwaring Puri, S.Psi, MKM, Psikolog; Rika Sylvia NH., M.Psi., Psikolog; serta Fitria Dian Rahmayanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Kehadiran para psikolog ini diharapkan mampu memberikan pendekatan yang lebih mendalam dalam menggali kondisi kejiwaan dan permasalahan psikologis masing-masing peserta.
Menurut Citra, konseling individu sangat penting untuk memetakan kebutuhan terapi secara personal.
“Setiap orang memiliki pengalaman, latar belakang, dan tekanan psikologis yang berbeda. Dengan mengetahui masalah secara individu, kami dapat merencanakan terapi yang lebih tepat,” jelas Citra.
Ia menambahkan, seluruh hasil konseling akan disusun dalam laporan lengkap yang nantinya diserahkan kepada pihak Lapas sebagai bahan evaluasi dan dasar pengembangan program rehabilitasi selanjutnya.
Mewakili Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Ika P. Nusantara, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Binadik), Sri Hardono, turut memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan program ini.
“Konseling individu ini adalah langkah krusial untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi mental mereka. Kami sangat mendukung kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan agar program rehabilitasi ini berjalan optimal dan berdampak nyata,” ungkapnya.
Ia menyebut, program rehabilitasi di Lapas Pekalongan sendiri tidak hanya difokuskan pada pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga pada penguatan mental dan emosional para warga binaan.
"Dengan dukungan tenaga ahli dan kerja sama lintas sektor, para peserta diharapkan dapat benar-benar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang sehat, produktif, dan berdaya guna,"bebernya.
Tak hanya dari pihak penyelenggara, warga binaan juga merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini.
Salah seorang peserta rehabilitasi berinisial FJR mengungkapkan perasaannya usai mengikuti sesi konseling.
“Saya merasa lebih terbuka untuk menceritakan masalah saya. Psikolognya sangat membantu dan memberikan sudut pandang baru. Saya berharap bisa terus berproses dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya dengan penuh harap.
Melalui rehabilitasi yang berkelanjutan, dirinya berharap ia bersama warga binaan lainnya tidak hanya mampu meninggalkan jerat narkoba, tetapi juga memiliki kesiapan mental yang kokoh untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik setelah bebas nanti.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)