[ 2025-09-23 ]
Kwarcab Kota Pekalongan Bina Narapidana Rutan Pekalongan, Siapkan Mental Saat Kembali ke Masyarakat
Kota Pekalongan – Upaya pembinaan kepribadian terus dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kepada warga binaanya. Sebanyak 60 narapidana yang tengah menjalani masa hukuman dari berbagai kasus, mulai dari narkotika, psikotropika, kesehatan, hingga mereka yang sedang diusulkan memperoleh hak integrasi (Pembebasan Bersyarat/Cuti Bersyarat), mengikuti kegiatan kepramukaan yang digelar di lapangan dalam rutan, Jumat pagi (19/9/2025).
Kegiatan Pramuka tersebut dilaksanakan rutin setiap dua minggu sekali dengan menghadirkan instruktur Kak Fahrudin dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Pekalongan. Para narapidana tampak bersemangat mengikuti berbagai materi, mulai dari baris-berbaris, pelatihan kedisiplinan, hingga pembinaan jiwa kepramukaan yang sarat nilai-nilai kebangsaan.
Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Pekalongan, M. Anang Saefulloh, yang mendampingi langsung jalannya kegiatan bersama staf pembinaan, Arie Andrianto, menuturkan bahwa, program ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga sarana membentuk karakter dan menanamkan rasa tanggung jawab.
“Dengan semangat kepramukaan, diharapkan narapidana yang kelak memperoleh hak integrasi dapat kembali ke masyarakat dengan jiwa yang lebih kuat, tidak mengulangi perbuatan pidana, serta mampu menjadi pribadi yang bermanfaat,” ungkap Anang.
Menurutnya, pramuka dipilih sebagai salah satu bentuk pembinaan karena memiliki prinsip dasar yang selaras dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk manusia beriman, bertakwa, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial.
"Melalui pelatihan yang konsisten, narapidana diarahkan agar mampu mengendalikan diri, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, dan menanamkan cinta tanah air,"terangnya.
Lanjut Anang menambahkan, kegiatan pramuka bagi narapidana ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian di Rutan Pekalongan. Program tersebut selaras dengan semangat pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan hukum, tetapi juga pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
"Dengan begitu, warga binaan dapat dipersiapkan lebih matang secara mental, spiritual, dan emosional sebelum kembali ke lingkungan masyarakat,"tegasnya.
Instruktur Pramuka dari Kwarcab Kota Pekalongan, Kak Fahrudin, menambahkan bahwa, antusiasme warga binaan cukup tinggi.
“Awalnya ada yang canggung, namun semakin lama mereka bisa menyesuaikan diri. Kepramukaan ini mengajarkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, hingga kebersamaan, yang semua itu sangat dibutuhkan ketika mereka kembali hidup bermasyarakat,” jelasnya.
Melalui berbagai program inovatif seperti Pramuka ini, ia ingin membuktikan bahwa narapidana bukan sekadar individu yang menjalani hukuman, melainkan manusia yang berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Pembinaan ini bagian dari ikhtiar untuk mereka agar ketika kembali, mereka bisa menjadi agen perubahan, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)