[ 2025-09-19 ]
Ratusan Warga Jenggot Antusias Ikuti Speling, Bisa Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis
Kota Pekalongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan kembali menggelar kegiatan Spesialis Keliling (Speling) sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk kesekian kalinya, program Speling dilaksanakan di Kota Batik ini. Kali ini, kegiatan difokuskan di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, dengan melibatkan UPT Puskesmas Jenggot bersama Rumah Sakit HA Zaky Djunaid, Kamis siang (18/9/2025).
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto atau yang akrab disapa Budi, mengungkapkan bahwa, kegiatan ini sudah memasuki pelaksanaan sekitar yang ke-10 kalinya. Menurutnya, Speling menjadi salah satu inovasi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya sebagai deteksi dini penyakit sehingga bisa segera ditindaklanjuti apabila diperlukan rujukan ke rumah sakit.
“Alhamdulillah, Speling kali ini cukup spesial karena kami mendatangkan dua orang dokter spesialis dari RSUD Dr. Adhyatma Semarang, yang merupakan rumah sakit binaan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,"ujar Budi.
Budi menyebut, total ada enam dokter spesialis hadir, bersama tenaga kesehatan lainnya seperti dokter umum, perawat, hingga bidan. Bahkan, kami juga menggandeng petugas BPJS Kesehatan untuk memberikan sosialisasi sekaligus menampung keluhan masyarakat terkait layanan BPJS Kesehatan.
"Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan kolaborasi lintas instansi yang solid, pelaksanaan Speling di Kelurahan Jenggot ini diharapkan semakin memperkuat semangat pemerataan akses layanan kesehatan di Kota Pekalongan,"jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, juga hadir meninjau langsung jalannya pelayanan. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat serta sinergi lintas sektor yang berjalan sangat baik.
“Keren luar biasa, kami sangat apresiasi karena seluruh pihak terlibat langsung. Ada BPJS Kesehatan, RS HA Zaky Djunaid, Dinkes Kota Pekalongan, Puskesmas, camat, hingga lurah turut hadir membantu memberikan layanan. Kehadiran enam dokter spesialis bersama tenaga kesehatan lainnya disambut antusias masyarakat. Tercatat ada sekitar 190 warga yang memanfaatkan layanan Spelling kali ini,” jelas Yunita.
Lebih lanjut, Yunita menambahkan bahwa, program Speling di Jawa Tengah sudah menyasar lebih dari 300 desa/kelurahan dari total 1.278 desa/kelurahan. Saat ini, sekitar 402 desa/kelurahan atau 30 persen telah dijangkau, dengan target 670 desa/kelurahan pada tahun ini.
“Program ini adalah wujud komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan dekat dengan masyarakat. Rumah sakit pemerintah dan swasta, BPJS Kesehatan, dan puskesmas bersatu dalam satu kegiatan. Layanan dekat, masyarakat sehat menjadi semangat utama,” tegasnya.
Kehadiran Speling mendapat respon positif dari warga. Qotrunnada Fitriyani, warga Jenggot yang sedang hamil 9 minggu. Ia mengaku bersyukur bisa memeriksakan kandungannya langsung dengan dokter spesialis.
“Alhamdulillah, kondisi janin Saya sehat dan normal. Biasanya Saya rutin periksa di puskesmas, tapi dengan adanya Spelling ini bisa langsung bertemu dokter spesialis secara gratis. Program ini sangat membantu masyarakat, semoga program ini terus berjalan dan bisa menjangkau semua desa/kelurahan terutama yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan,” ungkap Qotrunnada.
Senada, Kholis, warga Pringlangu, juga merasakan manfaat Speling setelah memeriksakan anaknya yang mengalami masalah gizi.
“Saya tahu info dari grup WhatsApp kader puskesmas. Anak Saya berat badannya di bawah garis merah karena susah makan. Alhamdulillah, bisa konsultasi langsung dengan dokter anak dan mendapat arahan. Kalau harus periksa ke rumah sakit atau praktik dokter spesialis biayanya besar, tapi di sini gratis. Bahkan bisa konsultasi dengan berbagai poli seperti anak, saraf, kulit, gigi, dan penyakit dalam,” tandas Kholis.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)