[ 2025-09-19 ]
Kreativitas Siswa SMP Negeri 8 Pekalongan Disalurkan Lewat Karya Mural Edukatif
Kota Pekalongan – Siswa-siswi SMP Negeri 8 Kota Pekalongan menuangkan kreativitas mereka melalui karya mural bertema edukasi yang menghiasi dinding sekolah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 8 Kota Pekalongan, Sumarita, sebagai salah satu upaya sekolah dalam mengembangkan bakat seni sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat dan lingkungan sekolah.
Menurut Sumarita, kegiatan mural ini bukan sekadar ajang menyalurkan hobi melukis, melainkan juga sarana edukasi yang memiliki nilai sosial dan moral.
“Untuk kegiatan mural yang dilaksanakan di SMP Negeri 8, yang pertama adalah kami ingin mengedukasi anak-anak. Selain meningkatkan kreativitas, mural ini juga sebagai sarana edukasi ke masyarakat. Tema yang kami angkat ada tiga, yaitu tentang lingkungan hidup, pencegahan bullying, dan pencegahan NAPZA,” jelas Sumarita, Jumat (19/9/2025).
Disampaikan Sumarita, mural dengan tema lingkungan hidup dibuat oleh siswa-siswi kelas VII. Dalam karya mereka, anak-anak menggambarkan pentingnya menjaga kebersihan, menanam pohon, mengurangi sampah plastik, serta merawat alam. Lewat goresan kuas dan paduan warna cerah, pesan cinta lingkungan dikemas dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan keseharian siswa.
Sementara itu, siswa kelas VIII diberi tanggung jawab untuk membuat mural bertema stop bullying. Mereka melukiskan betapa pentingnya menghargai teman, menumbuhkan rasa empati, dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
"Mural ini diharapkan mampu membangun kesadaran bersama bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa,"terangnya.
Lanjut Sumarita menambahkan, untuk siswa kelas IX, tema yang diangkat adalah pencegahan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Dengan penuh kreativitas, mereka menggambarkan bahaya penyalahgunaan narkoba melalui simbol-simbol visual yang kuat.
"Pesan moralnya jelas yakni generasi muda harus menjauhi NAPZA demi masa depan yang sehat, cemerlang, dan bebas dari jeratan obat-obatan terlarang,"tuturnya.
Sumarita menjelaskan, mural ini dibuat langsung oleh para siswa secara berkelompok di area dinding sekolah yang telah disediakan. Setiap jenjang kelas diberi satu petak atau space khusus untuk mengekspresikan ide sesuai tema yang telah ditentukan. Proses pengerjaan pun dilakukan secara kolaboratif, di mana siswa bekerja sama dengan guru dalam menentukan desain, memilih warna, hingga menyelesaikan gambar.
“Jadi, setiap kelas itu membuat satu petak atau satu space dinding. Mereka bekerja sama dan berkolaborasi dengan bapak ibu guru dalam membuat lukisan sesuai tema. Anak-anak diberi kebebasan berinovasi, sehingga hasilnya sangat variatif dan penuh makna,” kata Sumarita.
Dengan adanya kegiatan mural ini, SMP Negeri 8 Pekalongan semakin mantap melangkah menuju predikat Sekolah Ramah Anak. Selain memperindah lingkungan sekolah, ia berharap, lewat karya mural ini juga diharapkan mampu memberikan inspirasi dan edukasi, baik bagi siswa sendiri maupun masyarakat yang melihatnya.
“Lewat mural, anak-anak tidak hanya belajar tentang seni rupa, tetapi juga belajar tentang nilai kehidupan, pentingnya menjaga lingkungan, menghormati sesama, serta menjauhi narkoba. Inilah bentuk nyata pendidikan karakter yang kami tanamkan di SMP Negeri 8 Kota Pekalongan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)