Rilis Berita


Harapan Baru Pedagang di Pasar Banjarsari: Ramai, Nyaman, dan Tertata

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-19 ]

Harapan Baru Pedagang di Pasar Banjarsari: Ramai, Nyaman, dan Tertata

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan memastikan Pasar Banjarsari siap difungsikan dan mulai ditempati pedagang paling lambat 25 September 2025. Setelah tanggal tersebut, pasar darurat Sorogenen dan Patiunus akan ditutup dan tidak lagi digunakan untuk kegiatan perdagangan.

Pemanfaatan pasar baru sebenarnya bisa dilakukan sejak awal September, namun sejumlah kendala teknis membuat jadwal pemindahan diundur. Berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi hingga penataan lapak, telah dilakukan agar proses perpindahan pedagang berjalan tertib.

Rencana peresmian pasar masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah tetap menargetkan agar acara tersebut dapat terlaksana dalam waktu dekat, meskipun kegiatan perdagangan sudah bisa dimulai lebih dahulu tanpa menunggu seremoni.

Sebelumnya, jadwal pembukaan pasar direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. Namun hasil evaluasi kementerian pada Agustus lalu menunjukkan masih ada bagian infrastruktur yang belum selesai, terutama jembatan penghubung antar-gedung. Kini, sebagian besar pekerjaan sudah rampung sehingga pasar siap dioperasikan.

Seiring dengan hal itu, aktivitas di pasar darurat terus berkurang. Pedagang nonpangan sebagian besar sudah tidak berjualan di sana, hanya pedagang kebutuhan pokok yang masih aktif. Pemerintah menegaskan, begitu seluruh pedagang pindah, fasilitas pendukung di pasar darurat seperti listrik dan sarana lainnya akan dihentikan. Bangunan darurat yang pernah dipasang pun nantinya akan dilepas melalui mekanisme lelang sebelum dibongkar.

Para pedagang menyambut kepindahan ini dengan antusias. Salah satunya, Rofiudin, warga Warungasem yang sejak tahun 2006 berdagang kikil dan tauge di Pasar Banjarsari, merasa lega bisa kembali menempati pasar yang baru. Selama ini, ia berjualan di pasar darurat Sorogenen.

“Rencana pindah tanggal 25 September, jualannya kikil dan tauge. Tempatnya bagus, Alhamdulillah senang pindah ke sini. Harapannya tambah laris ramai. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran pindah ke Pasar Banjarsari yang baru,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Warsuni, pedagang sayuran asal Sampangan. Ia menilai pasar baru akan menghadirkan kembali suasana kebersamaan antar pedagang seperti dulu.

“Masih dibuat meja, jualan sayuran, tanggal 25 September rencana pindah. Senang pindah karena temannya banyak kumpul seperti dulu. Tadinya jualan di Sorogenen, asal mula pasarnya memang sini. Kami sudah diberitahu untuk pindah maksimal tanggal 25 September,” terangnya.

Dengan beroperasinya Pasar Banjarsari, diharapkan kegiatan perdagangan masyarakat menjadi lebih tertata, aman, dan nyaman.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)