[ 2025-09-19 ]
FTBI Tingkat SD Digelar, Dindik Kota Pekalongan Dorong Siswa Bangga Berbahasa Jawa
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, melalui berbagai program pendidikan dan kegiatan siswa. Salah satunya diwujudkan dalam penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kota Pekalongan Tahun 2025 yang berlangsung di SD Negeri Tirto 03 Kota Pekalongan, Kamis (18/9/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, menyampaikan bahwa, filosofi dari pelaksanaan kegiatan ini berawal dari melihat kondisi bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan bahasa daerah terbesar kedua di dunia. Namun, sebagian dari bahasa daerah itu kini sudah punah dan sebagian lainnya terancam punah akibat ketiadaan penutur aktif.
“Indonesia ini bangsa yang memiliki jumlah bahasa daerah terbanyak kedua di dunia. Sayangnya, sebagian bahasa daerah sudah punah karena penuturnya tidak ada lagi. Bahkan ada suku bangsanya, tetapi bahasanya sudah tidak digunakan. Filosofinya, ketika bahasa Jawa masih memiliki banyak penutur, maka kita optimis bahasa Jawa masih bisa dilestarikan. Nah, siapa yang bisa melestarikan? Ya tentu saja anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, melalui kegiatan pembelajaran di sekolah,” jelas Mabruri.
Menurutnya, FTBI menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada anak-anak yang ikut serta dalam melestarikan bahasa Jawa. Lomba ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus meningkatkan keterampilan berbahasa Jawa sejak usia dini.
Dengan terselenggaranya FTBI ini, dirinya berharap, para siswa tidak hanya semakin terampil berbahasa Jawa, tetapi juga tumbuh rasa bangga dan cinta terhadap kebudayaan daerahnya.
"Kami dari Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan akan terus mendukung kegiatan pelestarian bahasa dan budaya Jawa sebagai bagian dari warisan luhur bangsa yang tak ternilai,"tegasnya.
Sementara itu, Kabid SD Dindik Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah, menjelaskan bahwa, mata pelajaran Bahasa Jawa sendiri sudah masuk dalam kurikulum, baik di tingkat SD maupun jenjang pendidikan selanjutnya. Bahkan, beberapa sekolah juga memiliki program khusus untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Jawa.
“Tagline yang selalu kami gaungkan adalah 'Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing'. Maka, di sekolah-sekolah ada yang membuat program, misalnya setiap hari tertentu menggunakan bahasa pengantar Jawa, ada pula yang memasukkan dalam ekstrakurikuler maupun projek kokurikuler. Semua itu dalam rangka membiasakan anak-anak mencintai bahasa daerahnya,” terang Izzah, sapaan akrabnya.
Izzah menyebut, dalam FTBI jenjang SD tingkat Kota Pekalongan tahun 2025 ini, tercatat sebanyak 500 peserta dari 103 SD se-Kota Pekalongan ikut serta. Ada tujuh jenis lomba yang dilaksanakan dalam satu hari, antara lain nulis lan moco aksara Jawa, nulis cerkak, nembang macapat, ndagel ijen, sesorah, moco geguritan, dan ndongeng.
“Melalui FTBI ini, tujuan utamanya adalah meningkatkan kemahiran dan pengetahuan peserta didik dalam berbahasa dan bersastra Jawa, menumbuhkan kepercayaan diri mereka, sekaligus memperkuat peran anak-anak sebagai bagian dari upaya pelestarian kebudayaan Jawa,” tambahnya.
Lanjutnya, kegiatan FTBI tingkat provinsi rencananya akan digelar di Surakarta pada 14–16 Oktober 2025 mendatang. Para pemenang di tingkat kota akan menjadi wakil Kota Pekalongan untuk berkompetisi di ajang tersebut.
"Menariknya, meski lomba menggunakan bahasa Jawa umum, peserta tetap diizinkan memakai aksentuasi khas daerah masing-masing, termasuk Bahasa Jawa Kalongan,"tuturnya.
Salah satu peserta lomba FTBI kategori Ndongeng Bahasa Jawa, Karisa Putri, siswi kelas V SD Negeri Kandang Panjang 02 Kota Pekalongan, mengaku bangga sekaligus bersemangat bisa tampil di ajang ini.
“Nunggu giliran maju memang deg-degan, tapi tetap semangat dan optimis bisa lancar. Saya sudah latihan dua minggu, mulai dari menghafalkan teks, belajar intonasi, sampai memperagakan alur cerita. Karena di rumah maupun di sekolah terbiasa menggunakan bahasa Jawa, baik krama maupun ngoko, InshaAllah bisa lancar dan targetnya juara satu,” tandas Karisa penuh percaya diri.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)