Rilis Berita


Deep Learning Perkuat Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-16 ]

Deep Learning Perkuat Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini

Kota Pekalongan - Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk dasar perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor anak. Menyadari hal tersebut, salah satu PAUD Kota Pekalongan yakni KB TK Al-Irsyad terus berbenah dengan mengoptimalkan metode pembelajaran berbasis deep learning yang dinilai mampu meningkatkan pemahaman anak secara mendalam terhadap setiap tema yang dipelajari.

Kepala TK Al-Irsyad, Any Retna saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini, menjelaskan bahwa sebenarnya prinsip deep learning sudah lama diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, termasuk di lembaga yang dipimpinnya. Namun, seiring perkembangan zaman dan kebutuhan anak, pendekatan tersebut kini semakin diperkuat melalui evaluasi berkelanjutan.

“Sejak dulu pembelajaran anak di PAUD itu sebenarnya sudah detail dan mendalam. Hanya saja, sekarang kami terus berbenah dengan melakukan evaluasi dan perbaikan layanan pendidikan. Salah satunya dengan mengusung tema secara lebih tuntas, bukan sekadar mengejar pergantian materi,” terangnya.

Dijelaskan Nina sapaan akrab Kepala KB TK Al-Irsyad, pada kurikulum sebelumnya, pembelajaran tematik biasanya dibatasi dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, ketika mengangkat tema kesehatan, hanya memberikan alokasi sekitar dua minggu. Apabila waktu habis, maka guru harus segera beralih ke materi berikutnya meskipun anak belum sepenuhnya memahami konsep yang diajarkan.

Namun, dengan metode deep learning yang diterapkan saat ini, pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh waktu. Tema yang diangkat di kelas akan diselesaikan secara mendalam hingga anak-anak benar-benar memahami materi.

“Kalau dulu misalnya tema kesehatan selesai dua minggu, sekarang kita bisa fleksibel. Bila ternyata anak masih ingin mengeksplorasi, pembelajaran bisa diperpanjang menjadi tiga minggu atau lebih. Intinya, tema harus benar-benar tuntas dan anak memahami secara menyeluruh,” tandasnya.

Melalui metode ini, menurutnya anak-anak diberikan kesempatan untuk mengenal, memahami, dan menghubungkan tema dengan pengalaman sehari-hari mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses eksplorasi anak, sehingga setiap pembelajaran lebih bermakna dan berkesan.

“Metode ini sangat efektif karena anak bisa benar-benar memahami apa yang ia kenal saat itu. Tematik yang diangkat lebih mengena, dan literasi anak pun semakin berkembang,” tambahnya.

TK Al-Irsyad menekankan bahwa deep learning bukan sekadar menambah durasi pembelajaran, melainkan memastikan setiap materi benar-benar melekat dalam diri anak. Dengan demikian, anak tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)