Rilis Berita


Buka Kursus Wasit C3, Wali Kota Aaf Dorong Profesionalisme dan Perlindungan Wasit di Lapangan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-16 ]

Buka Kursus Wasit C3, Wali Kota Aaf Dorong Profesionalisme dan Perlindungan Wasit di Lapangan

Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf secara resmi membuka kegiatan Kursus Wasit C3 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Pekalongan, berlangsung di Gedung PKK Kota Pekalongan, Senin sore (15/9/2025). Kursus yang diikuti 40 peserta ini diharapkan mampu mencetak wasit-wasit muda berlisensi yang berkompeten, profesional, dan berintegritas dalam memimpin pertandingan.

Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, peran wasit merupakan bagian inti dalam setiap pertandingan sepak bola, mulai dari tingkat profesional hingga tarkam (antar kampung).

“Kalau tidak ada wasit, maka pertandingan tidak bisa dijalankan. Wasit ini adalah bagian penting dari sepak bola. Profesi ini sangat krusial, karena mereka yang memastikan jalannya pertandingan tetap sesuai aturan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, di level kompetisi profesional seperti Liga 1 maupun Liga Super, kondisi keamanan wasit relatif terjamin. Namun, pada level Liga 3, Liga 4, hingga pertandingan tarkam, masih terdapat kerawanan terjadinya tindakan kekerasan fisik terhadap wasit, baik dari pemain, pelatih, official, maupun suporter.

“Hal-hal seperti ini tentu sangat disayangkan. Oleh karena itu, kami tekankan kepada calon wasit untuk bersikap profesional, memimpin pertandingan dengan jujur dan seadil-adilnya. Wajar saja jika ada tim yang kurang puas, karena dinamika pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Namun, keputusan wasit harus dihormati,” jelasnya.

Meski penuh tantangan, antusiasme calon wasit terbilang tinggi. Tercatat ada 40 peserta yang mendaftar, mayoritas anak muda yang bersemangat menekuni profesi wasit.

“Ini menandakan bahwa minat menjadi wasit di Kota Pekalongan cukup besar. Mudah-mudahan semua peserta bisa menyelesaikan kursus ini dan ke depannya tidak hanya memimpin liga amatir, tapi juga bisa berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga level liga profesional,” tambah Wali Kota Aaf.

Sementara itu, Sekretaris Askot PSSI Pekalongan, Johannes Lamintang, mengungkapkan bahwa, tujuan pelaksanaan kursus ini adalah untuk memastikan seluruh wasit yang bertugas di Kota Pekalongan memiliki lisensi resmi. “

"Alhamdulillah, melalui kursus ini, semua wasit di Kota Pekalongan bisa mengikuti lisensi. Saat ini kami sudah memiliki 20 wasit berlisensi, yakni 18 orang C3 dan 2 orang C2,” ujar pria yang akrab disapa Titang.

Titang menyebut, kursus wasit C3 kali ini diikuti 40 peserta, terdiri atas 9 orang dari Kota Pekalongan dan 31 orang dari luar daerah. Peserta didominasi laki-laki sebanyak 38 orang, sedangkan peserta perempuan ada 2 orang. Ia menambahkan, kegiatan serupa sudah dua kali digelar oleh Askot Pekalongan, yaitu pada tahun 2023 dan 2025.

"Pelaksanaan kursus berlangsung pada 15–20 September 2025, dengan agenda penyampaian materi di kelas, tes fisik kebugaran, serta praktek lapangan yang didampingi instruktur profesional. Untuk biaya, diberlakukan sistem subsidi silang, yakni Rp1.500.000 bagi peserta asal Kota Pekalongan, sedangkan peserta dari luar daerah dikenakan Rp3.000.000," terangnya.

Dirinya berharap, dengan adanya wasit berlisensi, khususnya di Kota Pekalongan, kualitas pertandingan semakin meningkat. Wasit yang kompeten akan mampu menciptakan suasana pertandingan yang baik, profesional, dan enak ditonton.

"Ini juga sebagai tindak lanjut arahan Asprov Jateng yang mendorong lebih banyak wasit muda untuk mengikuti lisensi agar ke depan bisa melanjutkan ke jenjang C2 maupun C1. Dengan semakin banyaknya wasit berlisensi, diharapkan atmosfer pertandingan dapat terjaga dengan baik, minim konflik, serta memberikan hiburan yang sportif bagi masyarakat pecinta sepak bola khususnya di Kota Pekalongan,"tutupnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)