[ 2025-09-11 ]
Afirmasi Positif Jadi Bekal Warga Binaan Lapas Pekalongan untuk Pulih
Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus berupaya serius dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya kegiatan konseling kelompok bertema Afirmasi Positif yang berlangsung di ruang perpustakaan Lapas setempat, Kamis (11/9/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi pemasyarakatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan.
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan diikuti sejumlah warga binaan yang tengah menjalani program rehabilitasi, khususnya mereka yang memiliki latar belakang penyalahgunaan narkotika. Narasumber yang hadir dalam sesi konseling ini adalah Citra Hanwaring Puri, S.Psi., MKM, seorang psikolog berpengalaman dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, Citra mengajak para peserta untuk lebih mengenal diri sendiri dan menggali potensi yang mereka miliki. Ia menekankan bahwa, setiap individu memiliki kekuatan internal yang bisa menjadi modal berharga untuk bangkit kembali dan menjalani hidup yang lebih sehat.
“Kami akan membantu memulihkan para pengguna narkotika agar pulih kembali secara mental dan fisik. Tidak hanya itu, kami juga akan mengajak lebih banyak psikolog untuk turut serta dalam program mulia ini,” ungkapnya.
Menurutnya, metode konseling dilakukan secara interaktif, di mana peserta diajak berdiskusi, melakukan refleksi diri, hingga menuliskan afirmasi positif yang bisa menumbuhkan semangat baru. Afirmasi positif ini dianggap penting untuk mengubah pola pikir negatif menjadi energi yang lebih konstruktif.
"Dengan cara ini, para warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani rehabilitasi secara fisik, tetapi juga menemukan kekuatan mental untuk menghadapi kehidupan setelah bebas nanti,"tuturnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Ika Prihadi Nusantara mengatakan bahwa, kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIA Pekalongan dalam memberikan layanan rehabilitasi yang holistik.
“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga pada pemulihan mental. Karena kami percaya, warga binaan yang pulih secara utuh akan lebih siap kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Ika.
Disampaikan Kalapas Ika, program kolaborasi antara Lapas Pekalongan dan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan ini pun mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka merasa lebih dihargai, didukung, dan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan adanya pendampingan dari tenaga profesional, proses rehabilitasi menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
Lanjutnya, melalui kegiatan konseling kelompok semacam ini, diharapkan warga binaan dapat membekali diri dengan sikap positif, optimisme, dan semangat untuk membangun kehidupan baru yang lebih sehat dan bermanfaat.
"Program ini juga diharapkan mampu menekan angka residivisme serta memperkuat peran lapas sebagai tempat pembinaan, bukan semata-mata hukuman,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)