[ 2025-09-10 ]
Job Fair Kota Pekalongan 2025 Serap Ribuan Peminat, Dinperinaker Tunggu Hasil Penempatan Kerja
Kota Pekalongan – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan mencatat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam kegiatan Job Fair Kota Pekalongan Tahun 2025 yang berlangsung selama dua hari, pada 27–28 Agustus 2025 lalu, di Hotel Howard Johnson (Hojo) Kota Pekalongan. Kegiatan bursa kerja tahunan tersebut diikuti oleh 42 perusahaan dari berbagai sektor industri dengan menyediakan total 1.722 lowongan kerja untuk pencari kerja dengan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan SD sederajat hingga Magister.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, mengungkapkan bahwa, selama dua hari pelaksanaan job fair, jumlah pelamar kerja yang mendaftar mencapai sekitar 1.500 orang. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa job fair masih menjadi wadah yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan kesempatan kerja yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Job Fair Kota Pekalongan Tahun 2025 berjalan dengan lancar. Animo masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan sekitar 1.500 orang pelamar yang hadir dan mendaftarkan diri ke berbagai perusahaan. Lowongan yang tersedia berjumlah 1.722 posisi dari 42 perusahaan yang ikut bergabung. Harapannya tentu semua lowongan ini bisa terserap maksimal,” ujar Betty, saat ditemui usai kegiatan penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I Tahun 2025 di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, Senin siang (8/9/2025).
Lebih lanjut, Betty menjelaskan bahwa, Dinperinaker Kota Pekalongan diberi waktu selama dua bulan pasca-job fair untuk melakukan monitoring kepada perusahaan-perusahaan peserta job fair. Monitoring tersebut bertujuan untuk menginventarisir berapa jumlah pelamar kerja yang benar-benar diterima dan terserap bekerja.
“Kami diberikan tenggang waktu dua bulan untuk melakukan evaluasi. Jadi nanti kami akan turun langsung ke perusahaan-perusahaan peserta job fair kemarin untuk melakukan monitoring. Dari situ akan terlihat berapa banyak pelamar yang berhasil terserap. Mudah-mudahan dalam dua bulan ini ada hasil yang menggembirakan,” jelasnya.
Betty menambahkan, keterlibatan puluhan perusahaan dari berbagai bidang usaha menjadi bukti bahwa pasar tenaga kerja di Kota Pekalongan dan sekitarnya masih cukup dinamis. Perusahaan-perusahaan tersebut juga membuka peluang yang luas, tidak hanya untuk tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi, tetapi juga bagi lulusan pendidikan menengah bahkan dasar.
“Yang membanggakan, perusahaan membuka kesempatan yang inklusif. Jadi bukan hanya lulusan S1 atau Magister, tetapi juga lulusan SMA, SMK, bahkan SD sederajat masih ada lowongan yang sesuai. Ini penting, karena tidak semua masyarakat memiliki jenjang pendidikan tinggi, namun mereka tetap perlu difasilitasi dalam mendapatkan pekerjaan,” paparnya.
Selain memfasilitasi pencari kerja dengan perusahaan, Job Fair Kota Pekalongan 2025 juga memberikan informasi terkait peluang kerja di luar negeri, pelatihan peningkatan keterampilan, hingga layanan konsultasi ketenagakerjaan. Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen semata, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi pencari kerja untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
“Dengan adanya job fair ini, pencari kerja bisa langsung bertemu dengan perusahaan, menyerahkan lamaran, bahkan ada yang langsung menjalani wawancara di lokasi. Jadi ini sangat efektif. Kami berharap tingkat penyerapan tenaga kerja tahun ini bisa lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tutur Betty.
Betty menekankan bahwa, pihaknya akan terus mengawal proses penyerapan tenaga kerja hasil job fair. Hasil monitoring nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk perbaikan penyelenggaraan job fair di tahun-tahun mendatang.
“Dinperinaker tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja, tapi juga akan mengawal sampai pada penyerapan tenaga kerja. Semoga angka penempatan tahun ini bisa optimal, sehingga tujuan utama job fair untuk mengurangi pengangguran di Kota Pekalongan benar-benar tercapai,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)