[ 2025-09-08 ]
Libur Maulid Nabi, Petugas Rutan Pekalongan Siaga Pastikan Sarpras Keamanan Berfungsi Optimal
Kota Pekalongan – Momentum libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan akhir pekan tidak membuat pengawasan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kendur. Justru sebaliknya, jajaran pengamanan tetap siaga penuh guna memastikan keamanan dan ketertiban lingkungan rutan tetap terjaga. Pada Jumat (5/9/2025), Kepala Regu Pengamanan (Karupam), Miskuat, memimpin langsung pemeriksaan sarana dan prasarana (sarpras) keamanan bersama jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR), fireblock, genset, hingga kondisi tralis dan sarpras pendukung lain yang vital dalam menunjang sistem pengamanan. Proses pengecekan ini merupakan bagian dari deteksi dini untuk memastikan semua fasilitas dalam keadaan siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
“Libur panjang seperti ini menjadi momen rawan, sehingga kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Pengecekan sarpras merupakan langkah penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban,” terang Miskuat.
Ia menambahkan, kesiapan sarpras tidak hanya menyangkut aspek keamanan semata, tetapi juga menyangkut kenyamanan warga binaan dalam menjalankan berbagai agenda keagamaan.
“Di momen Maulid Nabi, banyak kegiatan religius yang diikuti warga binaan, mulai dari doa bersama, mengaji, hingga kegiatan ibadah lainnya. Jika kondisi rutan aman dan sarpras terjaga optimal, maka mereka bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto memberikan apresiasi atas kesigapan jajarannya. Menurutnya, pengecekan sarpras secara berkala adalah kunci dalam menjaga kondusivitas lingkungan rutan, terutama pada saat libur panjang.
“Kami menekankan kepada seluruh jajaran pengamanan untuk tidak lengah. Libur Maulid Nabi adalah momentum yang harus dimanfaatkan warga binaan untuk memperkuat keimanan, sehingga tugas kita adalah menciptakan suasana aman dan kondusif. Sarpras harus dipastikan siap pakai, karena ini menyangkut keselamatan bersama,” tegas Karutan Nanang.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa seluruh petugas tetap menjalankan patroli rutin, pengawasan ketat terhadap keluar-masuk barang maupun orang, serta koordinasi antarregu agar keamanan tetap terjaga.
"Dengan pengawasan yang intensif dan dukungan sarpras yang berfungsi maksimal, kami berkomitmen menjaga keamanan sehingga seluruh proses pembinaan dan kegiatan keagamaan warga binaan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)