[ 2025-09-08 ]
Warga Binaan Rutan Pekalongan Hasilkan Kreasi Miniatur Bernilai Jual Tinggi
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menghadirkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaannya. Sejumlah warga binaan unjuk keterampilan dengan menghasilkan kerajinan tangan berupa miniatur yang memiliki nilai seni sekaligus nilai jual tinggi. Beragam karya mereka, mulai dari miniatur kapal pinisi, becak, hingga truk, berhasil memikat perhatian karena detail dan ketelitian pengerjaannya.
Kepala Subsi Bimbingan Kegiatan Rutan Pekalongan, Eko Kurniawan, mengungkapkan bahwa, kegiatan yang berlangsung di area bimbingan kegiatan Rutan Pekalongan ini menjadi upaya komitmen Rutan dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan UMKM. Melalui pembinaan rutin, warga binaan diberikan pelatihan intensif oleh instruktur berpengalaman.
"Sehingga, diharapkan mereka mampu mengolah bahan sederhana menjadi karya bernilai ekonomi tinggi,"ucapnya, Senin (8/9/2025).
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan program ini. Menurutnya, keterampilan membuat miniatur bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu, melainkan juga memiliki manfaat besar bagi masa depan warga binaan.
"Kami melihat potensi besar dari kerajinan miniatur ini. Selain sebagai terapi mental, kegiatan ini juga memberikan mereka keterampilan konkret yang bisa digunakan untuk berwirausaha. Kami berharap, ini bisa menjadi bukti bahwa pembinaan di rutan tidak hanya memulihkan mental, tetapi juga mempersiapkan mereka secara ekonomi,” jelas Eko.
Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa, hasil karya warga binaan akan dipasarkan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan nilai jual yang cukup tinggi, produk miniatur ini diharapkan dapat membantu para warga binaan memperoleh penghasilan halal, baik selama menjalani masa hukuman maupun setelah bebas nanti.
Disampaikan Eko, kerajinan miniatur yang diciptakan tidak hanya sekadar menjadi hiasan, tetapi juga simbol semangat baru bagi warga binaan. Proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas, menjadi media pembelajaran berharga dalam menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab.
" Adanya pelatihan keterampilan ini diharapkan Rutan Pekalongan mampu melahirkan warga binaan yang produktif dan mandiri. Kami juga berkomitmen terus memperluas jenis keterampilan yang diberikan, agar semakin banyak pilihan usaha yang bisa dijalani para warga binaan ketika kembali ke masyarakat,"harapnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari pihak rutan dan antusiasme para warga binaan, karya miniatur ini diyakini mampu menembus pasar kreatif lokal hingga nasional.
"Harapannya, keberhasilan ini bisa menjadi pintu awal bagi mereka untuk berkontribusi pada perekonomian masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan benar-benar mampu melahirkan harapan baru ketika mereka selesai menjalani pembinaan di Rutan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)