Rilis Berita


Gerakan Pasar Murah di Pekalongan Timur Disambut Antusias Warga

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-08 ]

Gerakan Pasar Murah di Pekalongan Timur Disambut Antusias Warga

Kota Pekalongan – Kecamatan Pekalongan Timur menjadi salah satu titik pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui sejumlah BUMD setempat, Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini disambut hangat masyarakat, mengingat kebutuhan pokok yang dijual memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Selain dilaksanakan di Kecamatan Pekalongan Timur, pada hari yang sama GPM juga dilaksanakan di Kecamatan Pekalongan Selatan.

Camat Pekalongan Timur, Darminto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kegiatan hari ini di Kecamatan Pekalongan Timur dengan adanya Gerakan Pasar Murah yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang mengadakan kegiatan ini. Mudah-mudahan bermanfaat khususnya bagi masyarakat Pekalongan Timur, karena sangat membantu masyarakat sebab harganya lebih murah dari pasaran,” tuturnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Informasi mengenai kegiatan ini telah disebarkan melalui media sosial, kelurahan, hingga RT/RW. Pada kesempatan tersebut, pihak penyelenggara menyiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan kuota yang terbatas, yakni beras sebanyak 500 kantong dengan ukuran masing-masing 5 kilogram atau setara 2,5 ton, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 200 liter, dan telur 200 kilogram.

Lebih lanjut, Camat Pekalongan Timur berharap agar program GPM dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Harapan kami dengan adanya GPM bisa berkelanjutan, agar dapat membantu masyarakat di tengah-tengah kondisi harga pangan yang naik turun,” sambungnya.

Salah satu warga Kelurahan Setono, Delsah, turut merasakan manfaat dari pasar murah tersebut. Ia membeli beberapa kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dari harga pasaran. “Saya beli beras, minyak, dan gula. Harga minyak Rp14 ribu, gula pasir Rp14 ribu, beras Rp55 ribu. Harga ini lebih murah. Saya dapat informasi lewat media sosial. Sebelumnya juga pernah beli bahan pokok di pasar murah yang diadakan pemerintah, kualitasnya sama. Saya senang, pingin ada terus karena lumayan terpaut,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini masyarakat tidak hanya terbantu dari sisi ekonomi, tetapi juga merasa diperhatikan oleh pemerintah. Gerakan Pasar Murah diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban warga di tengah gejolak harga pasar.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)