[ 2025-09-03 ]
Sejumlah Warga Kembalikan Barang Jarahan Kantor DPRD dan Pemkot Pekalongan
Kota Pekalongan – Upaya pendekatan persuasif yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Pekalongan bersama perangkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW membuahkan hasil positif. Sejumlah warga mulai mengembalikan barang-barang hasil penjarahan pascainsiden aksi anarkis di Gedung DPRD dan Kompleks Pemkot Pekalongan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) lalu.
Salah satunya terlihat di Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (3/9/2025), di mana beberapa barang jarahan seperti outdoor AC, dispenser, vacuum cleaner, lemari, kursi, printer, komputer, televisi, dan perlengkapan kantor lainnya telah dikembalikan oleh warga untuk kemudian diinventarisasi.
Camat Pekalongan Utara, Wismo Adityo, menyampaikan bahwa, sejak insiden terjadi, Pemkot Pekalongan langsung bergerak cepat dengan mengumpulkan seluruh jajaran kecamatan dan OPD terkait pada Minggu (31/8/2025). Selanjutnya, pada Senin (1/9/2025) dilakukan inventarisasi serta upaya turun ke lapangan guna melakukan pendekatan kepada masyarakat yang sempat terlibat penjarahan.
“Alhamdulillah, upaya yang kami lakukan bersama perangkat kelurahan dan paguyuban RT/RW membuahkan hasil yang positif. Ada kepedulian bersama dari masyarakat untuk saling mengawasi dan mengingatkan. Beberapa oknum akhirnya sadar dan secara sukarela mengembalikan barang yang mereka ambil. Mereka juga menyadari bahwa tindakan tersebut keliru dan tidak semestinya dilakukan,” terang Wismo.
Menurut Wismo, sebagian besar pelaku mengaku hanya ikut-ikutan atau fomo saat melihat kesempatan terbuka di lokasi kejadian. Ada yang mengambil barang di sekitar Lapangan Mataram, ada pula yang nekat masuk ke dalam gedung pemerintahan. Pihak kecamatan bersama tim juga melakukan profiling pelaku berdasarkan video dan foto yang beredar di media sosial, dengan bantuan informasi masyarakat.
"Barang-barang hasil pengembalian tersebut selanjutnya kami serahkan ke Posko Pengembalian Barang Jarahan yang disediakan Pemkot Pekalongan, berlokasi di gudang sebelah selatan Ruang Staf Ahli Pemkot Pekalongan,"tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi kesadaran warga yang telah mengembalikan barang jarahan. Menurutnya, hingga saat ini masih terus berdatangan warga yang secara sukarela menyerahkan barang jarahan ke kelurahan, kecamatan, polsek terdekat, maupun Kantor Pemkot Pekalongan.
“Efek dan dampak dari insiden kemarin luar biasa. Namun, Saya apresiasi tinggi kepada masyarakat yang mau mengembalikan barang-barang tersebut. Kami jamin kerahasiaan identitas mereka dan tidak akan ada proses hukum bagi mereka yang dengan kesadaran diri menyerahkan barang bukan haknya. Justru ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral yang patut dihargai,” ungkap Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama RT/RW, perangkat kelurahan, dan kecamatan. Melalui dokumentasi foto dan video yang beredar, pihaknya mendata orang-orang yang diduga terlibat untuk kemudian dilakukan pendekatan persuasif.
“Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Pekalongan, saling mengingatkan, dan tidak mudah terprovokasi hingga melakukan tindakan yang merugikan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)