[ 2025-09-03 ]
Rutan Pekalongan Gelar Pelatihan Sablon Gelas, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Mandiri
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus mendorong keterampilan mandiri kepada warga binaannya. Sebanyak 26 warga binaan yang tergabung dalam Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Rutan setempat antusiasme mengikuti Pelatihan Sablon Gelas, sebuah kegiatan keterampilan yang diinisiasi pihak rutan sebagai bentuk nyata pembinaan kemandirian.
Kegiatan ini berlangsung di Halaman Dalam Rutan, dan disaksikan langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, jajaran Kasubsi Pelayanan Tahanan, serta Perawat Rutan yang hadir memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen bahwa pembinaan di rutan tidak berhenti pada aspek pengendalian perilaku, melainkan juga menyiapkan bekal keterampilan hidup agar warga binaan mampu berdiri di atas kaki sendiri ketika bebas kelak.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto menjelaskan, pelatihan sablon gelas ini tidak sekadar mengajarkan teknik mencetak gambar atau tulisan di atas media gelas tapi lebih dari sekedar itu, setiap peserta diajak menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab melalui setiap tahapan prosesnya.
" Dari merancang desain, menyiapkan alat, mencampur tinta, hingga menghasilkan produk akhir, semua menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasan baru tentang peluang usaha," ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Karutan Nanang menegaskan, pelatihan ini menjadi bagian dari pembinaan komprehensif. Menurutnya, pembinaan terbaik adalah pembinaan yang mengembalikan kemandirian.
" Kami tidak hanya memulihkan hak-hak mereka yang sempat hilang, tapi juga memberikan ‘senjata’ berupa keterampilan yang bisa digunakan saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap, bekal keterampilan ini dapat menjadi jembatan penting dalam proses reintegrasi sosial. Warga binaan yang kembali ke masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak dalam rasa minder atau keterasingan. Namun, mereka mampu menunjukkan karya nyata, berkontribusi secara positif, dan membuktikan bahwa perubahan adalah sesuatu yang mungkin.
Salah satu peserta pelatihan berinisial A, mengungkapkan rasa syukur karena berkesempatan memperoleh keterampilan baru selama menjalani masa pembinaan.
“Awalnya Saya tidak tahu apa-apa soal sablon. Setelah ikut pelatihan ini, Saya jadi punya bayangan usaha kecil yang bisa dijalankan kalau sudah keluar nanti. Semoga bisa bermanfaat,” ujarnya penuh harap.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)