Rilis Berita


Gerakan Pangan Murah Hadir, Warga Antusias Belanja Kebutuhan Pokok

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-03 ]

Gerakan Pangan Murah Hadir, Warga Antusias Belanja Kebutuhan Pokok

Kota Pekalongan – Gerakan Pangan Murah yang digelar di Kecamatan Pekalongan Barat disambut antusias oleh masyarakat, Selasa (2/9/2025). Program yang difasilitasi oleh gabungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Provinsi Jawa Tengah ini memberikan subsidi harga cukup signifikan pada sejumlah kebutuhan pokok, sehingga mampu meringankan beban belanja warga di tengah kenaikan harga bahan pangan. Kegiatan ini menyasar dua Kecamatan di Kota Pekalongan yakni Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Utara.

Camat Pekalongan Barat, Muchamad Natsir saat ditemui pada kegiatan tersebut di kantor Kecamatan Pekalongan Barat mengungkapkan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Dengan adanya gerakan pangan murah yang difasilitasi oleh gabungan BUMD se-Provinsi Jawa Tengah sangat membantu bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat. Subsidi per komoditi cukup lumayan, rata-rata hampir mencapai Rp4 ribu rupiah. Bisa dilihat animo masyarakat cukup banyak, artinya ini sangat membantu dan bisa mengangkat daya beli masyarakat untuk membeli aneka ragam kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan yang telah memperhatikan masyarakat dengan gerakan pangan murah. "Kalau dari provinsi, baru kali ini hadir di Pekalongan Barat. Sebelumnya gerakan pangan murah secara nasional sudah dilakukan serentak di 1.600 kecamatan seluruh Indonesia pada 30 Agustus lalu,” ucapnya.

Sementara itu, Beni, perwakilan BUMD Jawa Tengah dari PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) yang ditugasi Pemprov Jawa Tengah melalui Biro Perekonomian untuk menyalurkan subsidi harga pangan, menjelaskan bahwa program ini didukung dari CSR sejumlah BUMD Provinsi Jawa Tengah. “Subsidi ini diakomodir dari CSR BUMD Provinsi, antara lain BPR BKK, Bank Jateng, PT JTAB, dan lain-lain. Untuk kuantumnya per kabupaten yaitu beras 5 ton, minyak goreng 500 liter, dan gula pasir 500 kilogram. Komoditas ini dijual dengan harga yang lebih murah dibanding pasar, yakni beras Rp11 ribu per kilogram, minyak goreng Rp14 ribu per liter, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp23.500 per kilogram,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan utama gerakan ini adalah membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kota Pekalongan menyasar dua Kecamatan yaitu Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Utara. “Program ini diadakan untuk mengendalikan inflasi dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah benar-benar peduli terhadap kenaikan harga komoditas pangan, terutama bahan pokok,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean sejak pagi. Wakinem, salah seorang warga Pekalongan Barat, mengaku senang bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Harganya murah, saya beli beras 10 kilogram. Sangat minat membeli, senang sekali. Kalau nanti ada lagi, pasti saya akan beli lagi,” katanya dengan wajah gembira.

Dengan respon positif masyarakat, gerakan pangan murah diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai daerah lain, sehingga semakin banyak keluarga terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)