[ 2025-08-27 ]
Saksikan Langsung Simulasi Penanganan Demo, Wali Kota Aaf: Latihan Terlihat Seperti Aksi Sungguhan
Kota Pekalongan – Suasana di depan Halaman Kantor Wali Kota Pekalongan pada Senin sore (25/8/2025) mendadak riuh dan mencekam. Ratusan orang tampak berteriak sambil mengangkat spanduk, sebagian mencoba menerobos masuk ke dalam gedung pemerintahan.
Suasana semakin panas ketika massa aksi terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian. Ban bekas dibakar, botol air mineral, sandal, hingga berbagai peralatan dilemparkan ke arah petugas. Aparat pun merespons dengan menembakkan water canon dan gas air mata untuk memukul mundur massa.
Namun, kericuhan tersebut bukanlah aksi nyata, melainkan rangkaian Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) yang diprakarsai oleh Polres Pekalongan Kota. Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan aparat keamanan dalam menghadapi potensi unjuk rasa di kemudian hari.
Sebanyak 400 personel gabungan dikerahkan untuk memperagakan tahapan pengamanan mulai dari aksi orasi damai, proses negosiasi, hingga skenario kericuhan yang ditangani sesuai prosedur keamanan.
Simulasi ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, S.H, S.I.K, M.H, serta jajaran Forkopimda dan pejabat utama Polres Pekalongan Kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf menyampaikan apresiasinya kepada aparat keamanan.
"Simulasi ini menunjukkan kesiapan penuh Polri dalam menjaga stabilitas daerah. Saya yakin dengan kesiapan ini, Kota Pekalongan akan tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun Kota Pekalongan bukan daerah yang rawan konflik, namun potensi kerawanan sekecil apapun tetap harus diantisipasi. Ia menilai, jajaran Polres Pekalongan Kota mampu memperagakan penanganan demonstrasi secara profesional, sesuai prosedur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
"InshaAllah di Kota Pekalongan belum pernah ada dan tidak akan terjadi aksi demo yang berujung anarkis. Tadi saya menyaksikan langsung, simulasinya luar biasa. Seakan-akan benar-benar terjadi aksi sungguhan. Ini bukti bahwa latihan yang dilakukan Polres sangat serius. Harapannya, Kota Pekalongan tetap aman, kondusif, dan setiap persoalan bisa diselesaikan bersama secara sinergi,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi menjelaskan bahwa kegiatan Latkatpuan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menghadapi unjuk rasa yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Pekalongan yang telah memberikan izin dan dukungan penuh atas pelaksanaan simulasi tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan baik dan aktif. Kita melaksanakan simulasi ini untuk mengantisipasi, sehingga ketika ada pengamanan unjuk rasa, kita benar-benar bekerja sesuai SOP. Kota Pekalongan selama ini kondusif, tapi aparat harus selalu siap siaga untuk menjamin ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Riki.
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa, sebanyak 400 personel gabungan dilibatkan dalam simulasi ini, berasal dari berbagai satuan, termasuk Sat Intelkam, Dalmas, Reskrim, Samapta, hingga bhabinkamtibmas. Bahkan, ada personel yang ditugaskan khusus berperan sebagai massa perusuh untuk menambah realitas simulasi.
“Ada tim negosiator, Dalmas awal, Dalmas lanjut, Raimas, hingga pasukan yang berpura-pura menjadi perusuh. Semuanya aktif dan menjalankan perannya dengan baik. Alhamdulillah simulasi ini berjalan lancar, tidak berlebihan, dan sesuai tujuan latihan,” tuturnya.
Kegiatan Latkatpuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)