Rilis Berita


Pengarahan Sekda Kota Pekalongan pada Pelatihan Paskibraka Tahun 2025

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-29 ]

Beri Arahan Calon Paskibraka Tahun 2025, Sekda Nur Pri : Tanamkan Jiwa Korsa Disiplin dan Tanggung Jawab

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mulai mengintensifkan pelatihan bagi para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pekalongan Tahun 2025. Pembukaan pelatihan dilaksanakan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pekalongan, Senin (28/7/2025), yang diawali dengan pengarahan langsung dari Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo.

Dalam arahannya, Sekda yang akrab disapa Nur Pri mengapresiasi semangat dan dedikasi para pelajar terpilih yang berhasil melalui proses seleksi ketat yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol Kota Pekalongan. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai seorang Paskibraka.

"Disiplin bisa diterjemahkan dalam tepat waktu dan tepat mutu. Ini bukan hanya soal berdiri tegak di lapangan, tetapi bagaimana kalian menjadikan kedisiplinan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," tegas Nur Pri.

Ia mencontohkan pentingnya mendengarkan aba-aba dengan saksama, bersikap sesuai instruksi, dan hadir tepat waktu dalam setiap sesi latihan.

Sekda Nur Pri juga menyinggung pentingnya menghindari keterlambatan dalam formasi baris-berbaris.

"Jangan sampai sudah siap formasi, masih ada yang datang terlambat. Ini bisa mengganggu kekompakan dan menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab," ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama saat momen sakral Detik-Detik Proklamasi. Oleh karena itu, Pemkot melalui Bakesbangpol memberikan pelatihan intensif, baik secara fisik maupun non-fisik.

Pelatihan Paskibraka tahun ini tidak hanya melibatkan pelatih-pelatih profesional untuk pembinaan fisik dan PBB, tetapi juga pembinaan mental (bintal) yang sangat diperlukan guna membentuk pribadi tangguh, percaya diri, dan mampu mengendalikan emosi dalam situasi menegangkan.

"Kegiatan ini juga merupakan wadah untuk aktualisasi diri. Kami minta semua peserta menjaga kondisi fisik. Jika ada yang merasa tidak sehat, segera lapor ke pelatih. Tidak kalah penting, kesiapan mental juga harus dibangun sejak sekarang karena beban tugas saat upacara sangat berat," lanjut Sekda.

Ia juga menekankan bahwa, kesalahan kecil bisa saja terjadi, namun semangat kebersamaan, jiwa korsa kedisiplinan dan tanggung jawab akan mampu mengatasi tantangan tersebut.

"Santai tapi serius, itu prinsipnya. Saya yakin, adik-adik semua mampu melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya," tegasnya memberi semangat.

Plt Kepala Bakesbangpol Kota Pekalongan, M. Taufiqu Rochman menjelaskan bahwa, pelatihan calon Paskibraka tahun ini merupakan bagian dari tahapan panjang untuk memastikan kesiapan personel yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-80 RI.

“Pembukaan pelatihan ini menandai awal dari serangkaian tahapan, mulai dari latihan dasar hingga ke pelaksanaan tugas pada 17 Agustus 2025. Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air, menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila, serta memperkuat karakter generasi muda,” terang Taufiq.

Menurutnya, pelatihan dibagi ke dalam dua tahap besar. Sesi pertama berupa pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan pembinaan mental yang dilaksanakan pada 28–29 Juli 2025. Kemudian, sesi kedua yakni pemusatan latihan inti yang berlangsung selama 14 hari dari tanggal 31 Juli hingga 14 Agustus 2025.

Selama masa pelatihan inti tersebut, tanggal 31 Juli–6 Agustus digunakan untuk latihan dasar kekompakan dan disiplin. Kemudian peserta diberi waktu istirahat satu hari pada 7 Agustus, dan dilanjutkan latihan intensif formasi serta pengibaran bendera pada 8–14 Agustus 2025.

"Pada tanggal 15 Agustus 2025, para peserta akan mengikuti gladi bersih upacara dan malam harinya akan dikukuhkan secara resmi oleh Wali Kota Pekalongan,"terangnya.

Taufiq menyebutkan, jumlah calon Paskibraka Kota Pekalongan tahun ini sebanyak 70 orang, terdiri dari 45 pelajar putra dan 25 pelajar putri. Selain itu, disiapkan pula 2 orang cadangan (1 putra dan 1 putri), sehingga total peserta berjumlah 72 orang.

“Mereka adalah pelajar pilihan yang secara fisik dan mental sudah dinyatakan siap untuk menjalani latihan dan bertugas dalam upacara bendera 17 Agustus nanti. Tahun ini tidak ada yang dikirim ke provinsi maupun tingkat nasional, jadi fokus kita sepenuhnya adalah untuk Kota Pekalongan,” tegas Taufiq.

Ia berharap, dengan pola pelatihan yang terstruktur, para peserta dapat mengemban amanah ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan kebanggaan sebagai bagian dari sejarah bangsa.

"Kami menaruh harapan besar pada para calon Paskibraka agar tidak hanya sukses dalam upacara pengibaran bendera, tetapi juga mampu menjadi teladan kedisiplinan, nasionalisme, dan tanggung jawab bagi rekan-rekan sebayanya. Lewat pelatihan intensif ini, kami bertekad mencetak generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan dengan karakter tangguh dan berintegritas,"pungkasnya. (Tim Liputan Kominfo/Dian).