Rilis Berita


Pemkot Pekalongan Bekali Pelajar Pengetahuan Pasar Modal, Antisipasi Investasi Ilegal Sejak Dini

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-24 ]

Pemkot Pekalongan Bekali Pelajar Pengetahuan Pasar Modal, Antisipasi Investasi Ilegal Sejak Dini

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pasar Modal yang menyasar pelajar SMA kelas XII di Kota Pekalongan, berlangsung di ruang Buketan, Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan literasi keuangan generasi muda agar memahami mekanisme investasi yang sah, legal, dan aman, serta tidak terjebak dalam praktik investasi ilegal yang kini semakin marak di kalangan remaja.

Usai membuka kegiatan tersebut, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mengatakan bahwa pemahaman terhadap pasar modal menjadi bekal penting bagi pelajar yang sebentar lagi akan menempuh jenjang perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Menurutnya, pengetahuan ini masih jarang didapatkan di sekolah, padahal sangat relevan untuk kesiapan masa depan mereka.

“Sosialisasi tentang pasar modal ini sangat penting karena ini adalah ilmu yang tidak diajarkan secara langsung di sekolah. Sementara para pelajar kelas 3 SMA ini akan segera lulus dan menghadapi realita baru. Kita ingin mereka tahu sejak dini, apa itu pasar modal, mana perusahaan yang resmi dan mana yang tidak. Kita juga tekankan bagaimana membedakan pasar modal dengan praktik seperti judi online, game online, atau ‘trading’ ilegal yang sering mengecoh,” katanya.

Ia menuturkan bahwa pelajar saat ini memiliki kemampuan digital yang cukup tinggi, sehingga perlu diarahkan agar tidak salah langkah dalam mengakses informasi dan mengambil keputusan finansial.

“Anak-anak sekarang melek IT. Itu jadi keunggulan, tapi juga bisa jadi risiko kalau tidak disertai pemahaman yang benar. Sehingga kami dorong mereka mengenal investasi pasar modal yang sah dan bermanfaat, bukan hanya ikut-ikutan tren atau ajakan yang belum tentu aman,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda Kota Pekalongan, Trieska Herawan mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari fokus kerja TPAKD di tahun 2025, khususnya dalam perluasan akses dan literasi sektor keuangan non-bank.

“Tahun 2025, TPAKD fokus pada penguatan akses ke industri keuangan non-bank, termasuk pasar modal. Jenis pasar modal sendiri cukup beragam, seperti saham, obligasi, maupun reksa dana. Melalui sosialisasi ini, kami menyasar pelajar, mahasiswa, hingga CPNS, agar mereka sejak awal memahami mana investasi yang aman dan mana yang hanya berkedok,” ungkapnya.

Menurutnya, maraknya penipuan berkedok investasi membuat pelajar menjadi salah satu kelompok yang rentan. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi filter awal agar generasi muda tidak terjebak pada praktik ilegal yang hanya menjanjikan keuntungan instan tanpa dasar hukum.

“Kita ingin literasi keuangan ini dibangun sejak dini. Kadang masyarakat seperti pelajar tidak bisa membedakan antara investasi resmi dengan judi online atau platform ilegal lain yang tidak punya izin dari OJK. Karena itu kami hadirkan narasumber dari sektor pasar modal untuk memberi penjelasan yang akurat,” tukasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)