[ 2025-07-24 ]
Harga Beras Masih Tinggi, Pemkot Pekalongan Gelar Subsidi Pangan Murah dan Bantuan Pangan
Kota Pekalongan – Menghadapi lonjakan harga beras yang masih tinggi, Pemerintah Kota Pekalongan mengambil langkah cepat dengan menggelar operasi pasar murah dan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian inflasi yang disesuaikan dengan kondisi daerah.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa inflasi dan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, sangat dipengaruhi oleh kondisi di masing-masing daerah. “Situasi di setiap daerah berbeda-beda, termasuk kejadian luar biasa yang menyebabkan harga kebutuhan pokok bisa melonjak. Saat hari raya atau ketika petani banyak yang gagal panen, kenaikan harga memang sulit dihindari,” terangnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan akan terus berikhtiar menjaga ketersediaan bahan pangan. “Bahan baku tetap tersedia. Tinggal nanti kita adakan pasar murah untuk membantu masyarakat, itu bentuk usaha kita mengendalikan harga,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati menambahkan, secara nasional Indonesia telah mencapai swasembada pangan dengan capaian produksi lebih dari 4 juta ton. Namun, harga beras di tingkat konsumen masih tergolong tinggi. “Di Jawa Tengah, dari 35 kabupaten/kota, Pekalongan berada di peringkat kedua untuk harga beras tertinggi,” ujarnya.
Sebagai respon cepat, Pemerintah Kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan akan ada tambahan bantuan dari cadangan pangan pemerintah pusat untuk 2.801 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kota Pekalongan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan subsidi untuk beras dan minyak, yang sudah digelar di dua Kecamatan yakni Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (22/7). Lebih lanjut, dijelaskan Lili, kedepan Pemkot Pekalongan agar berupaya menggandeng lintas sektoral seperti bersama Bank Indonesia, Bank Jateng, serta instansi lainnya untuk menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk sinergi dalam menekan inflasi dan meringankan beban masyarakat.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)