[ 2025-07-17 ]
Rapat Koordinasi Perdana Bunda PAUD Kota Pekalongan : Sinergi Menuju Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas
Kota Pekalongan — Dengan semangat kolaborasi dan tekad meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, memimpin rapat koordinasi perdana bersama Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan. Kegiatan yang berlangsung di Aula A Dinas Pendidikan Kota Pekalongan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan misi seluruh pihak demi tercapainya sistem pendidikan PAUD yang lebih inklusif dan berkualitas di Kota Pekalongan. Senin, (14/7/2025).
Meski rakor ini merupakan pertemuan resmi pertama, sejumlah program sudah dijalankan sejak awal tahun.
“Alhamdulillah ini memang rakor pertama, tetapi sudah banyak kegiatan yang telah kami laksanakan. Ini menjadi momen menyatukan langkah agar semua program dapat berjalan lebih terarah,” ujar Inggit.
Dalam rakor tersebut, dibahas sejumlah agenda utama yang menjadi fokus tahun 2025, antara lain persiapan kegiatan Apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional, sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun (Wajar 13), dan kampanye tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Program-program ini merupakan dukungan terhadap kebijakan Kementerian yang berorientasi pada penguatan karakter dan literasi sejak usia dini.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari seluruh elemen sangat penting—mulai dari instansi pemerintah, pengurus pokja, lembaga pendidikan, hingga orang tua. Kebersamaan inilah yang kami harap bisa terus terjaga agar capaian tahun lalu bisa diulang dan ditingkatkan,” ujar Inggit yang juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk keberhasilan program PAUD.
Rakor juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas tenaga pendidik PAUD, pemantapan regulasi, serta strategi jangkauan layanan berbasis komunitas. Kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan usia dini yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Bunda PAUD Kota Pekalongan berkomitmen menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Pendidikan anak adalah investasi jangka panjang. Kami ingin Pekalongan menjadi kota yang ramah anak, literat, dan sejahtera,” tutup Inggit.
(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)