Rilis Berita


Kemenag Pantau Langsung Pelaksanaan MPLM di MAN 1 Kota Pekalongan: Dorong Madrasah Ramah Anak dan Berkualitas

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-07-16 ]

Kemenag Pantau Langsung Pelaksanaan MPLM di MAN 1 Kota Pekalongan: Dorong Madrasah Ramah Anak dan Berkualitas

Kota Pekalongan – Sebagai komitmen untuk memastikan proses pengenalan lingkungan madrasah berjalan dengan baik, aman, dan mendidik, serta menanamkan rasa bangga siswa terhadap almamater sejak dini. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan melakukan pemantauan langsung kegiatan  Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah (MPLM) atau  Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) di MAN 1 Kota Pekalongan, Selasa (15/7/2025).

"Kita memantau langsung pelaksanaan MPLM atau Matsama mulai dari tingkat MI, MTs, dan MA. Untuk awal, kami monitoring di MAN 1 Pekalongan, karena menurut kami madrasah ini cukup berhasil. Dari sisi input output, jumlah siswa yang masuk cukup banyak dan animo masyarakat terhadap madrasah ini sangat tinggi," jelas Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky saat melakukan motnitoring didampingi Kasi Pendidikan Madrasah setempat, Jaelani.

Menurutnya, pelaksanaan Matsama yang maksimal berlangsung 5 hari harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengenalkan lingkungan madrasah, menumbuhkan karakter, serta menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan dan aman. 

"Yang penting adalah menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap madrasah dan menciptakan lingkungan yang ramah anak. Madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan. Tidak boleh ada kekerasan atau bullying. Ini penting untuk semua madrasah, terlebih MAN 1 yang juga merupakan madrasah dengan sistem boarding. Di sana juga ada pondok yang secara khusus memperkuat pendidikan agama, Al-Qur’an, dan nilai-nilai keislaman lainnya," terangnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar, menyampaikan bahwa kegiatan Matsama di madrasahnya telah dimulai sejak 12 Juli 2025. Kegiatan ini dirancang untuk membangun karakter siswa serta memperkenalkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan.

"Sejak hari pertama, para siswa baru telah mengikuti berbagai kegiatan yang mengajarkan kedisiplinan, saling menghargai, menjalin persahabatan dengan teman baru maupun kakak tingkat, serta menghindari segala bentuk bullying, baik verbal, non-verbal maupun fisik," tuturnya.

Selain pembelajaran karakter, Matsama di MAN 1 juga menghadirkan materi pembelajaran efektif, penyuluhan dari BNN untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, serta kerja sama dengan Brimob dalam edukasi kedisiplinan dan ketangguhan mental.

"Sebagai madrasah ramah anak, kami juga mendapat kepercayaan dari Dinas Sosial setempat untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus, ada 2 orang. Meskipun kami bukan madrasah inklusi, kami menerima siswa dari berbagai latar belakang dan kebutuhan. Kami memiliki guru vokasi dan guru BK yang memiliki kompetensi dalam menangani siswa berkebutuhan khusus," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2025/2026, MAN 1 Kota Pekalongan menampung 432 siswa baru yang terbagi dalam 12 kelas, masing-masing 36 siswa. Dalam 2 tahun terakhir, animo masyarakat untuk masuk ke MAN 1 meningkat hampir dua kali lipat. Hal ini tidak terlepas dari metode pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan humanis yang diterapkan di madrasah tersebut.

"Output kami pun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tahun ini, sebanyak 28 siswa diterima di perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, meningkat dari biasanya yang di bawah 10 siswa. Selain itu, siswa kami juga sering meraih prestasi non-akademik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Salah satu siswa bahkan terpilih sebagai Duta Wisata Kota Pekalongan tahun 2025," pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)